Terawan Jelaskan Lima Rintangan Pemerintah Hadapi Corona

Kiswondari, Sindonews ยท Kamis, 02 April 2020 - 22:09 WIB
Terawan Jelaskan Lima Rintangan Pemerintah Hadapi Corona

Menkes, Terawan Agus Putranto. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi IX DPR menggelar rapat kerja secara virtual bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo dan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Kamis (2/4/2020). Dalam rapat itu Terawan menjelaskan lima rintangan yang dihadapi pemerintah dalam penanganan wabah corona.

Yang pertama kesulitan pemerintah mendapatkan alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan corona. APD menjadi langka karena pandemi corona menghantam sebagian besar negara di seluruh dunia.

"Awalnya memang langka di pasaran, tapi karena gerak cepat aparat kita mulai didapatkan APD dalam waktu singkat," ujar Terawan.

Dia berharap ketersediaan APD berkualitas premium untuk penanganan corona terus tersedia untuk menjamin keselamatan tenaga medis. Hambatan kedua yaitu beban yang berat bagi sumber daya manusia rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan corona akibat melonjaknya jumlah pasien.

Ketiga, sulitnya melakukan mobilisasi tenaga medis antarfasilitas kesehatan yang ditunjuk menangani pasien corona. Hambatan yang keempat yaitu perlunya karantina bagi tenaga medis yang menangani pasien corona. Terawan pun bersyukur banyak pihak yang telah menyediakan tempat menginap bagi tenaga-tenaga medis tersebut.

"Sehingga mereka bisa beristirahat secara layak di tengah menangani corona," katanya.

Hambatan yang kelima yaitu belum adanya obat atau vaksin untuk membunuh virus corona. Dia mengatakan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menganjurkan penggunaan tamiflu bagi penanganan pasien corona. Menurutnya sebanyak 450.000 tablet tamiflu telah didistribusikan ke berbagai rumah sakit rujukan corona.

"Kemarin sudah datang bahan baku pembuat tamiflu sehingga kita bisa mendapatkan satu juta tablet dalam seminggu untuk dua pekan ke depan," ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama