Terawan Terbitkan Kepmenkes soal Virus Korona, Ini yang Diatur

Rizki Maulana ยท Selasa, 03 Maret 2020 - 04:00 WIB
Terawan Terbitkan Kepmenkes soal Virus Korona, Ini yang Diatur

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan perkembangan terkini dua pasien terinfeksi virus korona asal Depok di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (2/3/2020). (Foto: iNews.id/Rizki Maulana).

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan untuk merespons wabah virus korona (Covid-19). Peraturan ini antara lain berisi langkah-langkah pemerintah dalam mencegah dan menanggulangangi virus mematikan tersebut.

Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 itu diterbitkan pada 4 Februari 2020 lalu. Kepmenkes ini diterbitkan dengan mempertimbangkan peningkatan signifikan pada negara yang melaporkan kasus infeksi Novel Coronavirus telah dinyatakan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

”Bahwa sehubungan dengan meluasnya penyebaran infeksi Novel Coronavirus ke berbagai negara dengan risiko penyebaran ke Indonesia terkait dengan mobilitas penduduk, diperlukan upaya penanggulangan dalam bentuk peningkatan kewaspadaan dini, kesiapsiagaan, serta tindakan antisipasi pencegahan, deteksi, pengobatan, dan respons lain yang diperlukan,” bunyi konsideran pertimbangan Kepmenkes, dikutip Senin (3/2/2020).

Virus korona pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus ini kemudian menyebar ke berbagai negara karena lalu lintas orang antarnegara. Sejauh ini, lebih dari 3.000 orang, sebagian besar di Hubei, tewas terinfeksi. Namun, lebih dari 45.000 orang di seluruh dunia berhasil sembuh.

Indonesia mengonfirmasi dua orang positif terjangkit. Keduanya, ibu dan anak, asal Depok, Jawa Barat. Mereka telah dirawat di ruang isolasi RS Sulianti Saroso, Jakarat. Menkes menegaskan, mereka kini dalam kondisi stabil.

"Seperti Anda (wartawan) ini, bisa bertanya, duduk, bisa senyum, enggak ada sesak, tensi baik dan nadi baik, saturasi 99 persen, tidak demam, tidak mual, tidak diare. pokoknya semua tidak yang sakit-sakit itu," ucap Terawan saat konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Berikut 6 Poin Kepmenkes:

1. Infeksi virus korona ditetapkan sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah.

2. Pemerintah pusat dan daerah melakukan upaya sebagai berikut:

a. Komunikasi risiko dan peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara berkala termasuk kepada masyarakat yang akan berpergian ke wilayah terjangkit, dengan materi terutama mengenai pencegahan penyebaran penyakit melalui praktik perilaku hidup bersih dan sehat dan antisipasi penularan;

b. Melakukan kesiapsiagaan, deteksi, serta respons di pintu masuk negara dan di wilayah;

c. Penyiapan fasilitas pelayanan kesehatan perawatan dan rujukan serta fasilitas penunjang seperti laboratorium dan bahan logistik kesehatan yang diperlukan beserta jejaringnya secara terpadu dan berkelanjutan;

d. Pelaksanaan koordinasi dengan lintas sektor untuk efektivitas dan efisiensi upaya penanggulangan Infeksi Novel Coronavirus;

3. Seluruh unit utama di lingkungan Kementerian Kesehatan melakukan komunikasi intensif dengan para pihak yang berkepentingan, baik di pusat maupun daerah, sesuai dengan tugas dan fungsinya guna mencegah penyebaran Infeksi Novel Coronavirus di wilayah Indonesia.

4. Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud Diktum Kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Pembiayaan sebagaimana dimaksud Diktum Kempat termasuk untuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum Keputusan Menteri ini mulai berlaku dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. Keputusan Menteri Kesehatan berlaku pada tanggal ditetapkan.

Editor : Zen Teguh