Tim Pemenangan Capres Cawapres Dinilai Tak Berhak Umumkan Real Count

Ilma De Sabrini ยท Sabtu, 20 April 2019 - 13:01 WIB
Tim Pemenangan Capres Cawapres Dinilai Tak Berhak Umumkan Real Count

Ilustrasi, surat suara Pemilu 2019. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pileg dan pilpres tingkat nasional. Hasil rekapitulasi akhir KPU akan menjadi acuan bersama.

Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro mengatakan, hasil hitung cepat (quick count) oleh lembaga survei bukan hasil resmi pemilu. Namun, hasil quick count tidak bisa diabaikan begitu saja.

Lembaga survei membuat quick count dapat mempertanggungjawabkan secara metodologi sesuai kaidah ilmiah. "KPU telah diberikan amanat oleh undang-undang untuk mengumumkan hasil pemilu secara resmi paling lambat 35 hari setelah hari pemilihan," ujar Bawono, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Dia mempertanyakan klaim real count internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno mencapai 60 persen dari jumlah total Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebesar 800 ribuan yang tersebar 34 provinsi dan 514 kabupaten.

"Bagaimana mungkin real count dapat mereka lakukan secepat itu. Apalagi BPN Prabowo-Sandiaga tidak menujukkan bukti-bukti real count mereka secara terbuka kepada publik," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi