Tjahjo Kumolo Cerita Tim e-KTP Kemendagri Dipalak Rp5 Juta di Papua

Angellica De Evagam ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 15:29 WIB
Tjahjo Kumolo Cerita Tim e-KTP Kemendagri Dipalak Rp5 Juta di Papua

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (Foto: DOK/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan roda pemerintahan di Papua tetap berjalan normal pascaserangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yali, Kabupaten Nduga. Kemendagri terus berkomunikasi dengan jajarannya di Papua terkait dengan kondisi di sana.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah di Papua untuk bersatu melawan segala bentuk propaganda yang dilakukan KKB.

“Jajaran Pemerintah Provinsi Papua, termasuk pemerintah kabupaten dan kota di Papua, dan masyarakat Papua agar bersatu membangun Papua, serta menolak segala bentuk propaganda kelompok bersenjata yang mengganggu pembangunan Papua,” kata Tjahjo di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (6/12/2018).

Dia menuturkan, Kemendagri mengingatkan kepada pemerintah daerah agar terus bekerja sama dengan TNI Polri. Hal tersebut agar pembangunan di daerah setempat tidak terhambat.

BACA JUGA: Bongkar Bisnis Blanko e-KTP Online, Tjahjo: Pelaku Anak Kadis Dukcapil

Tjahjo kemudian bercerita sedikit terkait salah satu tindakan pelanggaran hukum di Papua. Menurut dia, tim e-KTP dari Kemendagri atau Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kerap dipalak oleh gerombolan di Papua.

“Fokus kami adalah meminta kepada jajaran Pemda di Papua, ini terkait dana Otsus (otonomi khusus) ya, secara komperehensif tidak ada masalah, tapi urusan gerombolan ini, itu dia tim e-KTP kami saja dipalak kok. Setiap tiga kilo ada gerombolan datang Rp3 juta bayar Rp5 juta,” tutur Tjahjo.

Dia berharap, gubernur, wali kota, dan bupati maupun tokoh adat di Papua untuk bisa membantu pelaksanaan pembangunan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Saya kira sudah terpadu sekarang tanggung jawab kewenangan antara pemda di Papua. Sekarang mengejar, saya kira enggak boleh terus-terusan terjadi,” ucap Tjahjo.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto