TKN: Kami Laporkan Kecurangan ke Bawaslu, Bukan Teriak di Media

Abdul Rochim, Aditya Pratama ยท Jumat, 26 April 2019 - 03:01 WIB
TKN: Kami Laporkan Kecurangan ke Bawaslu, Bukan Teriak di Media

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan. (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id, - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan dilengkapi data. Kecurangan bukan untuk dipublikasikan lewat berbagai media agar viral.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan mengatakan, TKN telah membuka posko pengaduan kurang lebih satu minggu sebelum pencoblosan Pemilu 2019 dimulai sampai Kamis (25/4/2019).

Dari Posko Pengaduan melalui hotline telepon call center, sudah masuk lebih kurang 25.000 pengaduan. Jumlah laporan tersebut tidak hanya datang dari seluruh Indonesia, namun juga dari seluruh dunia.

"Banyak juga warga negara Indonesia dari luar negeri melaporkan pengaduan kepada kami," ucap Irfan di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

BACA JUGA: TKN Laporkan Kecurangan di 7 Negara ke Bawaslu

Menurutnya, TKN ingin menjelaskan pengaduan-pengaduan di luar negeri karena pemilu dilakukan lebih awal dari pada di dalam negeri.

TKN sudah menginventarisir, dari luar negeri ada 10.236 laporan pengaduan mencakup Australia (5016 laporan), Hong Kong (3948), Korea Selatan (257), Jerman (228) dan Taiwan (324).

"Masih banyak lagi laporan dari luar negeri termasuk dari Belanda. Kami memang sangat mencermati satu persatu pengaduan dan laporan yang masuk," kata dia.

Irfan menuturkan, selama ini ada pihak yang telah membuat fitnah yang mengatakan, penyebab kecurangan dari pihak Jokowi-Ma'ruf. Lucunya, mereka berteriak-teriak di media, termasuk membuat video untuk diviralkan tanpa disertai data otentik.

Dia menyebutkan, salah satu dugaan kecurangan itu yakni klaim kemenangan kubu Prabowo 62 persen. Dari hasil penyelusuran Tim TKN, pihak 02 ternyata hanya mengambil data dari TPS-TPS yang dimenangkan saja. Pada TPS-TPS yang kalah, seperti di Jawa Tengah dan Sulawesi Utara tidak mereka hitung dan tidak direkapitulasi.

"Selama ini mereka begitu masif mengatakan ke publik ada kecurangan dan korbannya 02 (Prabowo). Kami akan buktikan kecurangan itu justru dilakukan oleh mereka," kata dia.


Editor : Zen Teguh