TKN: Petugas KPPS Patut Disebut Pejuang dan Pilar Demokrasi

Aditya Pratama ยท Rabu, 24 April 2019 - 08:27 WIB
TKN: Petugas KPPS Patut Disebut Pejuang dan Pilar Demokrasi

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebagai bagian dari pejuang dan pilar demokrasi di Indonesia. Di tangan mereka, sebagai pelaksana pemilu di garis terdepan, Pemilu 2019 dapat berjalan lancar, sukses, dan aman.

"Bagi TKN, KPPS adalah pejuang dan pilar demokrasi di Indonesia. Mereka bekerja siang-malam hingga berhari-hari hanya demi menjamin kelancaran pemilu. Apresiasi kami setinggi-tingginya buat KPPS," tutur Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Beri Santunan ke Keluarga 49 Petugas KPPS yang Meninggal

Banyak Petugas KPPS Meninggal karena Kelelahan, Ini Kata Menkes

Banyak Petugas Pemilu Tumbang, Bawaslu Cianjur Ungkap Fakta Ini

Dedikasi petugas KPPS, dia menambahkan, tak perlu diragukan lagi dalam menjaga kelancaran pemilu. Bahkan tak sedikit yang jatuh sakit hingga meninggal dunia lantaran kelelahan.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Selasa (23/4/2019) sore, jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia mencapai 119 orang. Selain itu, 548 orang dilaporkan sakit.

"Kami mengucapkan belasungkawa kepada petugas KPPS, baik yang berasal dari sipil maupun TNI/Polri, yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas dalam membantu menyelenggarakan Pemilu 2019 yang telah sukses dilaksanakan secara aman dan lancar," kata Ace.

Dia pun mengajak semua pihak untuk menghargai kerja keras para petugas KPPS tersebut dengan menunggu selesainya kerja mereka hingga tuntas.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan jasa para petugas KPPS. Mari kita semua hargai kerja keras mereka dengan menunggu hasil rekapitulasi suara secara resmi dari KPU pada tanggal 22 Mei 2019," ujar Ace.


Editor : Djibril Muhammad