TKN Sebut Elektabilitas Prabowo Stagnan di Lembaga Survei

Felldy Utama ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 18:31 WIB
TKN Sebut Elektabilitas Prabowo Stagnan di Lembaga Survei

Capres Prabowo Subianto. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Capres Prabowo Subianto diingatkan hati-hati menerima informasi dari timnya terkait perkembangan elektabilitas. Apalagi, Prabowo pernah menyatakan tidak percaya dengan lembaga survei.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari mengatakan, Prabowo saat ini sedang terlena dengan penyambutan meriah dari warga di setiap kunjungannya di daerah. Namun, kemeriahan sambutan tersebut tidak selaras dengan perkembangan elektabilitasnya.

"PS (Prabowo Subianto) harus hati-hati terhadap bisikan internal asal bapak senang. Justru harus marah jika hasil riset internal yang anomali dari kebanyakan riset terbuka disajikan ke publik sehingga terjaga akuntabilitasnya," ujar Eva, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, setiap hasil riset lembaga survei menyebutkan perkembangan elektabilitas Prabowo selalu stagnan. Hasil riset tersebut menandakan jumlah pendukung capres nomor urut 02 itu masih sangat kecil secara populasi.

"Pertama jumlah yang ada tidak representatif, bukan sample riset yang dipilih dengan metode ilmiah dari populasi. Bukan proxy dari pemilih keseluruhan atau bisa saja dimobilisasi kedatangannya," ucapnya.


Pada kesempatan lain, pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA mencontohkan, jika massa yang berkumpul di setiap kunjungan Prabowo-Sandi 50 ribu orang dan terjadi 500 kali kunjungan ke daerah.

Artinya, jika Prabowo dan Sandi serentak ke daerah sekali setiap hari, itu sama dengan 250 kunjungan dalam 250 hari. Sedangkan 250 hari itu total dari delapan bulan lebih dan kampanye baru berlangsung 4-5 bulan.

Dari sisi jumlah, jika dikalikan 50 ribu massa dengan 500 kali hasilnya, yaitu 25 juta orang. Sementara, total pemilih Indonesia berjumlah 190 juta. Sehingga, total 25 juta massa itu hanya 14 persen dari total pemilih.

"Dalam riset di delapan lembaga survei mainstream bahkan perolehan Prabowo lebih besar dari 14 persen, yaitu 30-35 persen. Tapi masih kalah dibandingkan Jokowi yang memperoleh 53-58 persen. Dari sisi matematika elementer itu sudah terjawab," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi