Tokoh Lintas Agama Minta Semua Pihak Bersatu dan Tak Perkeruh Situasi

Annisa Ramadhani · Minggu, 13 Mei 2018 - 21:45:00 WIB
Tokoh Lintas Agama Minta Semua Pihak Bersatu dan Tak Perkeruh Situasi
Sejumlah tokoh lintas agama mengecam aksi terorisme di Tanah Air. (Foto: iNews.id/ Annisa Ramadhani)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah tokoh lintas agama berkumpul bersama menyikapi teror bom di tiga gereja, Surabaya, Jawa Timur. Pada intinya, mereka mengutuk keras aksi kejam dan biadab tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kejahatan tersebut.

"Mari bersatu padu bergandeng tangan, jangan terprovokasi, jangan terpengaruh upaya adu domba. Terutama bagi umat Kristiani agar tetap tenang," kata Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018).

Para perwakilan tokoh lintas agama yang hadir dalam pernyataan sikap tersebut yaitu perwakilan Walubi YM Maha Biksu Dutavira Sthavira (Suhu Beni), dan perwakilan PGI Pendeta Penrad Siagian. Hadir juga tokoh LPOI Marsudi Syuhud, tokoh KWI Romo Agus Ulahayanan, tokoh Muslimat NU Yenni Wahid, dan Ketua PBNU Eman Suryaman. Para tokoh tersebut mengeluarkan enam sikap bersama, yaitu;

1. Mengutuk keras berbagai tindakan terorisme atas dasar dan latar belakang apa pun. Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, dan juga mengkafirkan mereka yang di luar keyakinannya bukanlah ajaran agama.

2. Mendesak dan sekaligus mendukung sepenuhnya upaya dan langkah-langkah pemerintah dan aparat keamanan mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin merajala, maka diperlukan penanganan khusus dan ekstra yang lebi intensif dari berbagai pihak, utamanya negara melalui keamanan. Negara wajib hadir untuk menjamin keamanan hidup setiap warganya.

3. Menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan takdir dan kita harus menerimanya dengan sikap kedewasaan, lapang dada, dan kesabaran.

4. Mengajak seluruh warga negara Indonesia bersatu menahan diri, tidak terporovokasi, serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Jika mendapati peristiwa sekecil apa pun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme, segera laporkan kepada aparat keamanan.

5. Mengimbau umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh situasi ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak menyebarkan isu, gambar korban, juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya atas peristiwa ini.

6. Mengimbau semua tokoh politik dan masyarakat agar mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dan tidak memperkeruh suasana, dan mengeluarkan statement yang tendensius yang mencederai perdamaian dan toleransi beragama.

Editor : Azhar Azis