Ungkap Bisnis Blangko E-KTP, Kemendagri: Sistem Pengamanan Tidak Jebol

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 08:22 WIB
Ungkap Bisnis Blangko E-KTP, Kemendagri: Sistem Pengamanan Tidak Jebol

Kemendagri memastikan sistem pengamanan e-KTP tidak jebol usai pengungkapan kasus penjualan blangko e-KTP via online.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap bisnis jual beli blangko KTP elektronik (KTP-el) via online. Tak pelak maraknya kasus itu membuat banyak pihak menduga jika sistem pengamanan e-KTP jebol.

"Tidak benar ada pemberitaan yang mengatakan sistem pengamanan KTP elektronik jebol," ujar Kapuspen Kemendagri Bahtiar dalam keterangan tertulisnya yang di terima di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

BACA JUGA: Terduga Penjual Blanko E-KTP via Online Berinisial NI

Dia memastikan, KTP elektronik tidak bisa dicetak di sembarang tempat. Alasannya, dia mengaku, mesin cetak yang akan digunakan harus sudah terpogram secara khusus. Selain itu, mesin tersebut diproduksi secara khusus dan terbatas.

"Untuk mencetak KTP elektronik diperlukan input data tertentu hasil perekaman tentang data diri, sidik jari dan lain-lain. Hanya jajaran Dukcapil yang punya akses database kependudukan untuk dapat mengisi meng-input data tersebut ke dalam chip blangko KTP elektronik," katanya menerangkan.

Database kependudukan, menurut Bahtiar, menggunakan network jaringan yang bersifat privat terbatas, bukan jaringan umum.

Ia pun meminta agar masyarakat yang tertipu beli blangko KTP-el itu, agar melaporkan kepada aparat penegak hukum terdekat atau pemda karena UU 24/2013 jelas mengatur bahwa urus KTP gratis atau tidak dipungut biaya.

"Jadi, tidak benar informasi yang menyatakan bahwa sistem pengamanan KTP elektronik jebol. Sistem KTP elektronik memiliki sistem keamanan yang sangat kuat dan berlapis," ujarnya.

Setiap blangko KTP elektronik memiliki User ID atau nomor identitas chip yang membedakan satu dengan yang lain. Nomor ini tercatat secara sistematis, sehingga dapat diketahui dengan mudah keberadaan blangko KTP-el dan yang siapa yang mencetaknya.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membongkar bisnis jual beli blangko KTP elektronik (KTP-el) via online. Tidak hanya itu, Kemendagri juga mengungkap inisial pelaku.

"Setelah dilakukan pelacakan dan investigasi ditemukan bahwa diduga seseorang berinisial 'NI' yang mencuri blangko KTP-el," kata Bahtiar.

Dia menjelaskan, terduga pelaku yang merupakan anak kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulangbawang, Lampung itu, melakukan aksinya sekitar Maret 2018.

"Karena pada tanggal 13 Maret 2018 blangko KTP-el diserahkan ke daerah dan blangko tersebut dicoba dijual sekarang," ujar Bahtiar.


Editor : Djibril Muhammad