Usai 2 WNI Bebas, Indonesia Akan Perkuat Kerja Sama dengan Filipina dan Malaysia

Riezky Maulana · Jumat, 27 Desember 2019 - 01:14 WIB
Usai 2 WNI Bebas, Indonesia Akan Perkuat Kerja Sama dengan Filipina dan Malaysia

Menlu Retno Marsudi saat penyerahan dua WNI yang berhasil dibebaskan angkatan bersenjata Filipina kepada pihak keluarga di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (26/12/2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia akan memperkuat kerja sama trilateral dengan Filipina dan Malaysia. Penguatan kerja sama itu guna meminimalisasi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan hal itu saat penyerahan dua WNI yang berhasil dibebaskan angkatan bersenjata Filipina kepada pihak keluarga di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

"Ke depan upaya preventif menjadi sangat penting, artinya agar tidak ada jatuh korban lagi di masa yang akan datang. Karena itu kami akan terus maksimalkan perjanjian kerja sama trilateral," katanya.

BACA JUGA: Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tiba di Indonesia, Begini Kondisinya

Retno mengungkapkan, kerja sama trilateral, terutama dengan Filipina akan lebih mudah dikomunikasikan karena Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto sedang dalam perjalanan menuju ke Filipina. "Saya kira kesempatan yang baik karena Pak Menhan sedang menuju ke Manila," ujarnya.

Dia menuturkan, kedua Menteri Pertahanan (Indonesia dan Filipina) akan melangsungkan pertemuan untuk membas secara serius mengenai kerja sama tersebut. Retno mengaku, di antara para Menteri Pertahanan memiliki mekanisme trilateral yang akan diintensifkan.

"Karena untuk membicarakan kerja sama trilateral tidak hanya berbicara tentang Warga Negara Indonesia saja. Tetapi juga terkait dengan Warga Negara Asing," katanya.

Retno mengungkapkan, kerja sama trilateral sudah dilakukan sejak Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. "Pada zaman sebelum Pak Prabowo, Zaman Pak Ryamizard, kita sudah cukup aktif untuk bekerja sama dalam konteks ini. Tadi pagi kita telah melakukan komunikasi dengan Pak Prabowo yang ada di sana (Filipina) untuk lebih mengintensifkan," tuturnya.

Seperti diketahui milisi Abu Sayyaf menangkap Maharudin, Farhan, dan Samiun ketika mereka sedang memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada 24 September lalu. Perairan itu memang dikenal rawan dengan pembajakan dan penyanderaan yang dilakukan kelompok bersenjata dari Filipina Selatan seperti Abu Sayyaf.


Editor : Djibril Muhammad