Usai Kericuhan, Sekitar Bawaslu Jadi Tempat Wisata Malam Dadakan

Antara ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 06:52 WIB
Usai Kericuhan, Sekitar Bawaslu Jadi Tempat Wisata Malam Dadakan

Kericuhan terjadi di sekitar Kantor Bawaslu saat aksi demonstrasi memprotes dugaan kecurangan Pemilu 2019 pada Rabu (22/5/2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kawasan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menjadi destinasi wisata malam dadakan. Lokasi sekitar Bawaslu ramai dikunjungi warga lokal pada Jumat (24/5/2019) dini hari, setelah lokasi itu menjadi salah satu titik ricuh antara massa aksi demonstrasi yang memprotes dugaan kecurangan Pemilu 2019 dengan polisi pada 21-22 Mei.

Pantauan di lokasi, masyarakat asyik berswafoto dan berburu kuliner yang dijajakan pedagang keliling di sekitar kawasan tersebut.

"Jakarta jarang sepi begini, bisa lihat kantor-kantor kementerian dan Gedung Bawaslu yang kemarin sempat ramai," ujar Nurman, salah seorang warga saat ditemui di samping Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (24/5/2019) dini hari.

Menurutnya, kondisi ruas jalan yang dipasang barikade kawat berduri menyuguhkan pemandangan unik dan menarik saat diabadikan dengan kamera. "Tadinya jenuh di tempat kost, lalu memutuskan main ke sini lihat sisa kericuhan yang diberitakan media," ucapnya.

BACA JUGA:

Ricuh Demo Bawaslu Merembet ke Jalan Sabang, Massa Bakar Pembatas Jalan

Anies: Korban Meninggal akibat Kerusuhan Jakarta Jadi 8 Orang

Sebelum peristiwa kericuhan 22 Mei 2019, kawasan Kantor Bawaslu yang berlokasi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat merupakan lokasi yang selalu ramai oleh aktivitas masyarakat. Lokasi tersebut merupakan salah satu sentra perekonomian dan perkantoran di DKI Jakarta.

Namun, setelah adanya peristiwa kericuhan, kawasan itu menjadi sepi. Warga sekitar lantas mengunjunginya untuk melihat kondisi kerusakan yang dilakukan massa aksi.

Dampak positif dari banyaknya pengunjung dirasakan pedagang keliling yang menjual aneka kopi kemasan dan gorengan. "Kalau berjualan di Monas biasanya sering diusir petugas, tapi di sini enggak. Kami bisa jualan bebas sampai jam berapapun," ucap Abdul Hakim, salah seorang pedagang otak-otak (makanan yang terbuat dari daging ikan tenggiri dicampur tepung).

 


Editor : Kurnia Illahi