Usai Kerumunan, Satgas: Dibutuhkan Kerelaan Masyarakat untuk Swab Test Covid-19

Muhammad Fida Ul Haq ยท Sabtu, 21 November 2020 - 22:29:00 WIB
Usai Kerumunan, Satgas: Dibutuhkan Kerelaan Masyarakat untuk Swab Test Covid-19
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 masih belum berakhir di Indonesia. Masyarakat diminta secara sukarela untuk memeriksakan diri bila diduga terpapar akibat berada di kerumunan.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan ditemukan kasus baru setelah terjadi kerumunan baik semasa libur panjang, penjemputan tokoh agama di Bandara Soekarno Hatta, kerumunan di Tebet, Jakarta Selatan, Megamendung, Bogor, dan Petamburan, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Dalam arahannya, Doni Monardo menyadari kesulitan yang dihadapi petugas di lapangan. Tak lupa dia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras mereka dalam melayani masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.

“Dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab, utamanya bagi yang pernah mengikuti kerumunan termasuk selama liburan panjang, demonstrasi menolak UU Cipta Kerja maupun kerumunan lain. Tes swab di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” katanya di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Doni juga berharap dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para Ketua RT dan Ketua RW. “Sampaikan bahwa kita akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, " katanya.

Menurutnya, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Doni meminta agar masyarakat peduli dengan kesehatannya.

Petugas diminta melakukan pendekatan secara persuasif. Ajak masyarakat mau bekerjasama atas nama nilai-nilai kemanusiaan. “Mulailah dengan penelusuran dari pasien positif, misalnya dari Lurah Petamburan, selanjutnya tes massal dari keluarga intidan semua orang yang memiliki kontak erat dengan pasien," katanya.

Sementara itu, laporan petugas di lapangan mengungkapkan baik yang di Petamburan maupun di Megamendung, petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan.

Kondisi ini tentu saja cukup menyulitkan dan berbahaya bila sampai ada yang tertular tetapi tidak terlacak sehingga bebas bergerak dan menulari orang lain.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq