Viral Dikira Pakai Batik Motif Corona, Ini Kata Achmad Yurianto

Antara ยท Minggu, 19 April 2020 - 18:51 WIB
Viral Dikira Pakai Batik Motif Corona, Ini Kata Achmad Yurianto

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Baju batik yang dikenakan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto viral di media sosial, Sabtu (18/4/2020). Banyak yang menilai baju batik yang dikenakannya itu bermotif virus Corona.

Achmad Yurianto tampil mengenakan baju atasan berwarna biru dengan motif bola-bola kecil warna warni mirip virus corona saat membawakan perkembangan kasus mengenai Corona.

Dia menjelaskan batik itu merupakan baju koleksi lama sang dokter militer tersebut. Dia memilikinya setahun lalu dalam rangka peringatan hari AIDS sedunia.

"Ini baju setahun yang lalu saat peringatan hari AIDS sedunia," kata Yuri, Minggu (19/4/2020).

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, Sabtu (18/4/2020). (Foto: BNPB)
Juru bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, Sabtu (18/4/2020). (Foto: BNPB)

Yuri, memang terlihat mengenakan batik bermotif bulat-bulat serupa virus dengan pita berwarna merah putih yang melengkung terjalin mirip pita simbol HIV AIDS.

Sementara itu, pendiri label batik Purana, Nonita Respati mengatakan motif-motif pada batik klasik memiliki makna filosofis termasuk doa dan harapan dari sang empunya batik itu sendiri.

"Dalam motif batik klasik setiap motifnya dari Parang, Kawung, Sekar Jagad, Truntum misalnya, selain filosofis, ia juga seremonial (memiliki guna digunakan untuk sebuah acara atau upacara)," kata Nonita.

Wanita lulusan Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan, Bandung itu mengatakan para pencinta batik yang paham akan mengenakan batik dengan motif tertentu yang sesuai dengan dengan tujuan seremoni. Sementara untuk batik-batik kontemporer, kata Nonita, motifnya cenderung kekinian dan tidak mengisyaratkan makna yang dalam.

"Kalau dalam batik kontemporer biasanya tidak (filosofis). Lebih ke makna modern, seni, komersil, estetis, up to date," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq