Viral Tagar #MendikbudDicariMahasiswa, Ada Apa Sebenarnya?

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 23:30 WIB
Viral Tagar #MendikbudDicariMahasiswa, Ada Apa Sebenarnya?

Tagar #MendikbudDicariMahasiswa trending topic di media sosial Twitter sejak Selasa (2/6/2020) sore

JAKARTA, iNews.id - Media sosial twitter diramaikan dengan tagar #MendikbudDicariMahasiswa, Selasa (2/6/2020) malam WIB. Sebenarnya, apa yang dicuitkan para netizen dengan tagar tersebut?

Tagar #MendikbudDicariMahasiswa mulai ramai digaungkan netizen sejak sore hari. Sampai pukul 22:28 WIB sudah 28.400 tweet menyertai tagar tersebut.

Berdasarkan pantauan, akun @aliansibem_si merupakan akun pertama yang menyerukan untuk melayangkan tagar tersebut sebagai bentuk protes para mahasiswa.

Mayoritas tagar tersebut dicuitkan oleh para mahasiswa yang keberatan terkait kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mereka mendesak agar Mendikbud, Nadiem Makarim, mengeluarkan kebijakan menghapus atau menurunkan UKT setelah diberlakukannya perkuliahan secara daring selama pandemi virus corona.

"Nggak kuliah full, penelitian tertunda, mau akses ke perpus ditutup. UKT kok nggak tetap aja sama. Apa ini yang dinamakan "Uang berbicara," demikian kicau @Anaksehat98.

"Tiap bulan ngasih keuntungan miliran hampir triliunan. Masa ngasih potongan 1 sd 2 semester aja ga mampu," tulis akun @fiayulfri.

"Selain tagihan ukt tetep jalan, tagihan kamar kost juga jalan. makin miskin lah kita anak rantau," kicauan akun @IkeDian2509.

"Kuliah daring sengsara. Mahasiswa dibuat tak berdaya. Uang kuliah lancar jaya. Lantas siapa yang diperkaya," tulis akun @WildanFird25.

Sebelumnya, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, melalui Surat Nomor: 331/E.E2/KM/2020 tertanggal 6 April 2020 meminta PTN untuk memberi bantuan pulsa kepada mahasiswa selama menjalani perkulihan daring.

Permintaan itu sebagai bentuk perhatian Kementerian mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa selama pandemi Covid-19.

"Berbagai upaya telah kami lakukan antara lain dengan mengimbau perguruan tinggi untuk memberikan bantuan kuota kepada mahasiswa, sehingga tak terkendala melakukan pembelajaran daring," kata Nizam dalam keterangan resminya.

Editor : Arif Budiwinarto