Wakil Sekretaris TKN: Pemindahan Ibu Kota Ciptakan Birokrasi Sehat

Aditya Pratama · Selasa, 30 April 2019 - 08:43 WIB
Wakil Sekretaris TKN: Pemindahan Ibu Kota Ciptakan Birokrasi Sehat

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Ahmad Rofiq. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id – Wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta, dinilai merupakan langkah strategis dan kebijakan yang sunggung-sungguh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencana ini akan menciptakan birokrasi yang sehat dan iklim usaha yang bersih.

“Kebijakan ini sangat layak mendapat dukungan mengingat Jakarta juga terlalu padat dan kumuh dalam menciptakan tatanan pemerintahan yang baik dan berbisnis yang bersih,” kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Ahmad Rofiq di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

BACA JUGA:

TKN: Pemindahan Ibu Kota Harus Didukung Semua Pihak

Jokowi Pilih Pindahkan Ibu Kota ke Luar Jawa

Ahmad Rofiq mengatakan, banyak negara yang telah melakukan pemisahan antara ibu kota dan pusat bisnis. Amerika Serikat misalnya yang memiliki ibu kota Washington sedangkan kota bisnisnya di New York.

“Selain itu, India dengan ibu kota di New Delhi sedangkan kota bisnisnya di Mumbai, dan lain-lain,” kata Ahmad Rofiq yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo.

Menurut Ahmad Rofiq, pemisahan ini akan menciptakan tata kelola negara yang akan lebih cepat mengarah kepada clear goverment dan good governance. Di ibu kota negara yang layak, semua aparat pemerintah dapat bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan.

Pemisahan antara ibu kota dan pusat bisnis juga akan menciptakan iklim bisnis yang sehat, jauh dari kongkalikong, jauh dari budaya suap, dan jauh dari persekongkolan.

“Dulu Bung Karno dan Pak Harto juga pernah mewacanakan perpindahan ibu kota. Dalam pemikirannya sama, yaitu ingin menciptakan birokrasi yang sehat dan iklim usaha yang bersih,” katanya.

Dia menambahkan, Presiden Jokowi telah membahas kembali rencana pemindahan ibu kota yang sebenarnya bukan wacana baru. Ini artinya, Presiden telah melihat bahwa rencana ini merupakan kebutuhan bagi bangsa. Tujuannya agar kemajuan yang diinginkan dapat tercapai dalam waktu yang cepat.

“Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” kata Ahmad Rofiq.


Editor : Maria Christina