Wapres JK soal Meninggalnya Briptu Heidar: Apabila Diserang Harus Membalas

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:22 WIB
Wapres JK soal Meninggalnya Briptu Heidar: Apabila Diserang Harus Membalas

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) menanggapi meninggalnya anggota Polda Papua Briptu Heidar usai disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua beberapa waktu lalu. Dia menilai apa yang dilakukan KKB harus dibalas.

"Saya mengatakan pemerintah, TNI, Polri selalu menjalankan tugasnya dengan baik tapi apabila diserang tentu tidak bisa pasrah harus kembali untuk membalas siapa penyerangnya," katanya.

Hal itu disampaikan JK di hadapan ribuan Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko), Sekolah Staf Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri 2019 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

BACA JUGA:

Kapolda Papua Sebut di Tubuh Briptu Heidar Ditemukan Sejumlah Luka Tembak

Briptu Heidar yang Meninggal Disandera KKB di Papua Naik Pangkat Jadi Brigpol

Jenazah Briptu Heidar Korban KKB di Papua Diterbangkan ke Makassar

Jika TNI dan Polri menyerang balik atas serangan tersebut, menurut JK, bukan merupakan pelanggaran HAM. Mengingat, yang dilakukan TNI dan Polri merupakan serangan balasan.

"Karena itu maka semuanya harus kita atasi secara profesionalisme dengan baik. Secara aturan yang baik, karena dunia juga mengajar seperti itu," ujarnya.

JK kemudian mencontohkan negara yang kerap melanggar HAM yakni Amerika Serikat. Negara adidaya tersebut, dia menilai, kerap mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan HAM, seperti mengebom negara lain tanpa dasar. Negara-negara korban AS adalah Vietnam, Suriah, Irak dan Libya. Menurut JK, itu merupakan pelanggaran ham terbesar di dunia yang pernah terjadi.

"Bukan hanya karena satu korban di Papua, lalu TNI dianggap melanggar HAM. Kita tergantung prosedural apa yang kita buat, seperti itu, tergantung hukum yang kita tegakan," tuturnya.

Briptu Heidar, anggota Satgas Gakkum Polres Puncak Jaya ditemukan meninggal dunia Senin (13/8/2019) pukul 17.30 WIT, di sekitar lokasi yang sebelumnya dilaporkan menjadi lokasi dia disandera oleh KKB.

Kejadian itu berawal saat Briptu Heidar dan Bripka Alfonso Wakum melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai kendaraan roda dua. Saat di Kampung Usir, Briptu Heidar dipanggil temannya sehingga Bripka Alfonso memberhentikan kendaraannya dan menunggu di samping sepeda motor.

Ketika Briptu Heidar berbicara dengan temannya itu, tiba-tiba sekelompok orang datang dan langsung menyanderanya. Bripka Alfonso sempat meminta tolong dan langsung kembali dengan sepeda motor untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago Kabupaten Puncak.

Satgasus Nemangkawi Polda Papua yang ditugaskan melakukan pencarian menemukannya dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Briptu Heidar ditemukan tak jauh dari lokasi penghadangan di Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak.


Editor : Djibril Muhammad