Wapres JK: Syarat Utama Media Objektivitas dan Tidak Berpihak

Antara ยท Minggu, 17 Maret 2019 - 11:11 WIB
Wapres JK: Syarat Utama Media Objektivitas dan Tidak Berpihak

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)

BANDUNG, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) meminta pelaku media di Tanah Air agar bersikap objektif dan tidak berpihak. Mengingat, posisi media memiliki peran penting yakni mengubah perilaku sosial masyarakat.

"Satu syarat utama daripada semua media yaitu objektivitas, kenapa? Karena begitu media berpihak, maka orang tidak akan melihat. Media akan mengubah perilaku, pikiran dan pandangan masyarakat," tuturnya saat menghadiri peluncuran Pikiran Rakyat Televisi di Hotel Savoy Homann Bandung, Jabar, Minggu (17/3/2019).

BACA JUGA:

Wapres JK Sebut Tak Perlu Darurat Militer di Papua

JK Minta Pengurus Tidak Jadikan Masjid sebagai Tempat Kampanye

JK: Muslim di Indonesia Kuat Ibadah, tapi Lemah Terapkan Nilai Islami

Kebebasan berekspresi di media saat ini, JK menambahkan, jauh lebih baik ketika di zaman dahulu. Pada masa orde baru, media yang tidak sejalan dengan arah pemerintah maka dengan mudah dapat dibredel oleh penguasa.

"Tapi sekarang dalam alam demokrasi kita, media berkembang dengan bebas, dengan baik, selama dia obyektif, dapat memberikan informasi yang independen, baik dan benar," tambahnya.

Selain obyektivitas, media massa juga harus mengedepankan prinsip kecepatan dalam menyajikan informasi berita untuk publik. Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap berita menjadi lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya.

"Menurut survei, generasi muda milenial hampir tidak membaca koran, tapi melihat televisi dan gadget (gawai). Jadi sekarang bukan lagi kita mencari berita, tapi sekarang berita mencari kita," ujarnya.

Kedua prinsip tersebut menjadi penting diterapkan di seluruh media massa, khususnya media arus utama, karena menjadi solusi atas maraknya hoaks di media alternatif.

"Oleh karena itu media (arus utama) tetap akan bisa mempengaruhi pandangan masyarakat, walaupun ada juga media sosial yang tentu juga ada di antara kita semua," ucapnya.


Editor : Djibril Muhammad