Wimar Witoelar: Kebakaran Hutan Berkurang Sejak Pemerintahan Jokowi

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 16:26 WIB
Wimar Witoelar: Kebakaran Hutan Berkurang Sejak Pemerintahan Jokowi

Pemerhati Lingkungan Hidup Wimar Witoelar saat menghadiri diskusi 'Langkah Berani Pulihkan Lingkungan', di Kantor Staf Presiden, Jakarta. Selasa (12/2/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Pemerhati Lingkungan Hidup Wimar Witoelar mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang tidak menyadari selama Indonesia di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat kecil melihat kebakaran hutan.

Sejak sering berpergian ke luar negeri, dia mengaku, banyak warga negara asing (WNA) yang mempertanyakan dan mempermasalahkan mengapa Indonesia selalu mengalami kebakaran hutan. Namun hal itu kini sudah tidak terlihat dibanding pemerintahan sebelumnya.

"Waktu saya pertama kali ke Amerika tidak bersama dengan Jokowi, tapi secara bersamaan dan ada juga prescon informal itu riuh sekali sebagian mempertanyakan kenapa sih Indonesia kebakaran hutan terus, dan sebagian malah memuji. Saya biarkan orangnya ribut dan mereka-mereka menyimpulkan bahwa kebakaran hutan itu sering terjadi sebelum pemerintah Jokowi jadi presiden," kata Wimar.

BACA JUGA:

BMKG: 9 Titik Panas Terdeteksi di Provinsi Riau

BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Sumatera

BNPB: 885 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Terbanyak di Indonesia

Hal itu disampaikan mantan juru bicara almarhum Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menghadiri diskusi 'Langkah Berani Pulihkan Lingkungan', di Kantor Staf Presiden, Jakarta. Selasa (12/2/2019).

Wimar menyebut, banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap capaian yang mampu membawa nama baik Indoensia di luar negeri, terlebih pada tahun politik ini. Bahkan, banyak warga yang justru menutup kuping dan telinga atas kebenaran yang terjadi.

"Setelah Jokowi jadi presiden sampai sekarang kebakaran hutan tuh menurun dan banyak orang yang tidak tahu dan kita khawatir zaman kampanye ini yang tidak tahu dibikin tambah tidak tahu," ujarnya.

 

Wimar membeberkan, presiden Jokowi sejak pertama menjabat sudah menjadikan lingkungan hidup menjadi titik perhatian. Bagaimana tidak, baru bulan pertama menjadi presiden sudah diajak ke Sumatra untuk melihat lahan gambut yang rawan kebakaran.

"Bulan pertama jokowi jadi presiden beliau bersedia dipanggil oleh Ibu Siti (Nurbaya/ menteri lingkungan hidup dan kehutanan) bersama aktivis lingkungan untuk datang meninjau Sungai Tohor di Sumatra melihat lahan gambut untuk bagaimana mengatasi kemungkinan kebakaran," katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KLHK, kebakaran hutan turun drastis sejak 2015. Pada 2015, kebakaran hutan mencapai 2.610.000 hektare. Setahun berselang pada 2016, menurun drastis menjadi 438.363 hektare. Pada 2017 menjadi 165.528, dan 2018 sebesar 510.564 hektare.


Editor : Djibril Muhammad