Wiranto soal Polemik KPAI dan PB Djarum: Sudah Selesai, Nanti Ada Konsep Baru

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 09 September 2019 - 17:36 WIB
Wiranto soal Polemik KPAI dan PB Djarum: Sudah Selesai, Nanti Ada Konsep Baru

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ternyata ikut memantau polemik Komisi Perlindungan Anak (KPAI) dengan Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) soal dugaan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam audisi. Dia mengatakan, audisi akan terus dilakukan hingga akhir 2019 mendatang.

Kemenko Polhukam, menurut Wiranto, sudah bertemu dengan stakeholders terkait soal polemik tersebut. Dia menyebut, nantinya ada konsep baru soal audisi bulu tangkis yang lebih diterima masyarakat.

"Ah sudah selesai, sampai 2019 lanjutkan. Nanti ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan," katanya di kantor Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA:

KOI Ajak KPAI dan PB Djarum Duduk Satu Meja soal Anggapan Eksploitasi Anak

PB Djarum Setop Audisi Beasiswa Bulu Tangkis 2020, Begini Respons KPAI

Hentikan Audisi Umum Bulu Tangkis karena Berpolemik dengan KPAI, Ini Kata Djarum

Namun, mantan ketua umum Partai Hanura ini tidak menjelaskan konsep baru tersebut. Wiranto mengaku heran audisi bulu tangkis hingga dugaan eksploitasi anak menjadi polemik.

"Ini kan masalah pembinaan bulu tangkis Indonesia, kenapa kisruh. Semua bisa dibicarakan dengan baik," ujar mantan panglima ABRI ini.

Wiranto pun mencoba melihat dari dua posisi. Pertama dari pihak PB Djarum yang merasa penting untuk melakukan pembinaan sejak dini, bentuknya dengan audisi beasiswa bulutangkis. Kedua, dari pihak KPAI, tidak ingin anak dijadikan agen promosi brand image.

"Ya, ada kesadaran kedua belah pihak, yang satu ini merasa penting untuk ke depan. Kan ketat sekali, sekarang. Yang satu lagi jangan memanfaatkan anak ini sebagai sebagian dari kampanye rokok. Gitu saja susah, sudah selesai," tuturnya.

Sebelumnya, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyampaikan langsung penghentian audisi beasiswa bulutangkis dalam konferensi pers Sabtu, 7 September 2019, di Purwokerto, jelang rangkaian kedua audisi umum. Dia mengaku, penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis sangat disayangkan banyak kalangan.

Penghentian itu terkait tudingan KPAI terhadap PB Djarum yang dinilai adanya unsur eksploitasi anak. KPAI pun mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini (Purwokerto) kita menurunkan semua brand PB Djarum karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya," ujar Yoppy dikutip dari laman resmi PB Djarum, Minggu (8/9/2019).


Editor : Djibril Muhammad