Yudhistira Minta Maaf Soal Buku Salah Tulis Yerusalem Ibu Kota Israel

iNews TV, Budi Mulyawan ยท Senin, 18 Desember 2017 - 17:29 WIB
Yudhistira Minta Maaf Soal Buku Salah Tulis Yerusalem Ibu Kota Israel

Buku pelajaran IPS SD yang berisi keterangan tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Foto:Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Penerbit buku Yudhistira menyatakan permohonan maaf atas kesalahan penulisan terkait Ibu Kota Israel adalah Yerusalem. Buku tersebut menjadi kontroversi karena digunakan sebagai buku panduan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VI.

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil penerbit buku Yudhistira untuk menjelaskan kesalahan penulisan tersebut. Hasil pemaggilan, Wakil Kepala Penerbitan Yudhistira Jaya Subagja menyampaikan permohonan maaf. Dia pun berjanji akan menarik semua buku dan menggantinya dengan yang baru.

"Saya membawa satu buku cetakan baru yang akan didistribusikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kesalahan kami," ucap Jaya di kantor KPAI, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Selain kepada KPAI, Jaya mengaku sudah meminta maaf kepada Majelis Ulama Indoneisa (MUI) atas kesalahan yang sama. Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki maksud apa pun terlebih sengaja mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Ini benar-benari murni kesalahan pengutipan. Jumat lalu kami sudah menyampaikan permohonan maaf kepada MUI," katanya.

Buku salah tulis Yerusalem Ibu Kota Israel itu juga diterbitkan oleh PT Intan Pariwara. Menariknya, buku versi keluaran Yudhistira dan Intan pariwara ditulis oleh orang yang sama, yakni Irawan Sadad Sadiman dan Shandy Amalia.

Sebelumnya Ketua KPAI Sasanto menegaskan kepada pihak Yudhistira bahwa buku yang diterbitkan sudah di luar jalur. Namun, Susanto menyayangkan buku yang diterbitkan dua penerbit tersebut telah mendapat izin dari Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Editor : Achmad Syukron Fadillah