PPP Ungkap 13 Kegagalan 20 Tahun Pascareformasi

Antara ยท Selasa, 15 Mei 2018 - 22:55 WIB
PPP Ungkap 13 Kegagalan 20 Tahun Pascareformasi

Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy. (Foto: Sindonews)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkapkan masih banyak persoalan yang menghantui demokrasi Indonesia setelah 20 tahun Reformasi. Sedikitnya, ada 13 persoalan yang masih menunggak berdasarkan cita-cita Reformasi.

"Ini saya pilah menjadi persoalan darurat, kronis dan persoalan krisis," kata Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy ini menyebutkan persoalan pertama adalah darurat terorisme dan radikalisme. Kedua, darurat minuman keras. PPP meminta pemerintah segera menunjuk wakil untuk segera membahas RUU itu.

Ketiga, darurat narkoba di mana setiap hari banyak orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. Kelima, kronis kemiskinan. "Kita lihat ada ketimpangan. Dalam 35 tahun terakhir inilah potret kemiskinan kita dari tahun 1964 angkanya bisa diturunkan drastis tapi semakin kemari dalam 20 tahun angka penurunannya semakin melandai. Itu artinya ada semacam income trap di sana yang membuat setiap pemerintah terasa berat menurunkan meskipun di bawah Jokowo berhasil menurunkan terus," kata Romy.

Keenam, darurat korupsi. Menurut Romy, di daerah sudah sedemikian banyak yang terlibat korupsi. Dia mencatat sekitar 86 orang terjerat kasus korupsi sejak KPK berdiri.

"Ini berarti yang masalah sistemnya, bukan orangnya. Ini orang antre dari pejabat menjadi penjahat. Kita harus melakukan koreksi total terhadap sistem ini sehingga politik tidak berbiaya tinggi." katanya.

Ketujuh, menguatnya politik identitas yang akan berkonsekuensi pada persoalan berikutnya atau ke depan. Kelapan, krisis nasionalisme. Dia memberikan contoh, seperti ada tuntutan khilafah, mengemukanya komunisme dan lainnya karena politik identitas. Mereka ingin menunjukkan dirinya di tengah globalisasi yang semakin tidak ada batas.

Kesembilan, darurat intoleransi. Dia menyebutkan, ada orang mau salat karena bawa amplifier dituduh mencuri. Masyarakat saat ini mudah main hakim sendiri. Ke-10 darurat hoaks dan fitnah. Ke-11 overdosis demokrasi yang ditandai dengan adanya pelanggaran terhadap segala macam bentuk aturan.

Ke 12, krisis kepercayaan publik dan ke-13 darurat politik uang yang mengakibatkan partisipasi pemilih merosot. "Inilah persoalan-persoalan demokrasi kita. Namun kami memiliki Sepuluh Satya PPP sebagai jawaban atas persoalan itu, " kata Romy.


Editor : Azhar Azis