Viral di Media Sosial SBY Jawab Kritikan Jokowi

Kurnia Illahi ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 16:44 WIB
Viral di Media Sosial SBY Jawab Kritikan Jokowi

Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Koran Sindo).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklarifikasi atas kritik yang disampaikan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). SBY keberatan dengan pernyataan Jokowi yang menyalahkan kebijakan era pemerintahannya terkait kebijakan subsidi masyarakat dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dia mengingatkan, tidak baik saling menyalahkan dalam kondisi saat ini. Dia mengimbau mantan menteri dan pejabat di era pemerintahannya serta para kader Partai Demokrat tetap sabar.

"Saya mengikuti percakapan publik, termasuk di media sosial, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yang salahkan kebijakan SBY 5 tahun lalu," ujar SBY yang dikutip dari akun Twitter @SBYudhoyono, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya semua pihak harus bersatu dan semakin rukun menghadapi masalah bangsa yang terjadi.  Sebaliknya, jangan malah cekcok dan memberi contoh tidak baik kepada rakyat.

BACA JUGA:

Ditemani Sejumlah Menteri, Jokowi Hadiri Penutupan Lokakarya PPP

SBY: Kalau Sumbernya Istana, Tentu Melukai Perasaan Saya

"Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tidak perlu dan tidak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik dan ekonomi," ucapnya.

Jokowi dalam acara Workshop Nasional anggota DPRD PPP menyinggung harga BBM di wilayah timur Indonesia 3,5 tahun lalu. Jokowi menceritakan ketika dirinya ke Wamena, dan menanyakan harga bensin di sana.
Kemudian dijawab masyarakat setempat harga bensin Rp60 ribu per liter kondisi normal. Namun, harga bisa berubah menjadi Rp100 ribu per liter jika cuaca tidak normal.

Dia kemudian memerintahkan menteri terkait agar harga BBM disamakan dengan daerah-daerah lain dan berhasil. Jokowi kemudian mempertanyakan kenapa sebelumnya harga bensin di wilayah itu tidak bisa disamakan dengan daerah lain, padahal dulu subsidi mencapai Rp340 triliun.  Sementara, kata Jokowi saat ini tidak ada lagi subsidi BBM.


Editor : Kurnia Illahi