Mendagri Minta Masyarakat Hidupkan Kembali Siskamling

iNews, Randu Dahlia · Rabu, 16 Mei 2018 - 22:07 WIB

Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: SIndonews)

JAKARTA, iNews.id - Menyikapi maraknya aksi teror yang terjadi di berbagai daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau masyarakat agar aktif menjaga keamanan dengan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Selain itu, pemerintah daerah diminta melibatkan Satpol PP untuk menjaga keamanan bersama TNI dan Polri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan telah meminta seluruh pemerintah daerah untuk menginstruksikan Satpol PP berjaga-jaga di tempat keramaian dan rumah ibadah. Tjahjo menilai kekuatan TNI dan Polri yang bertugas di lapangan akan bertambah dengan dukungan Satpol PP.

Tjahjo juga menilai budaya siskamling di masyarakat mulai luntur sehingga pengawasan terhadap orang-orang yang mencurigakan terabaikan. Sementara peran forum umat beragama sangat penting dalam menanggulangi aksi terorisme. Dengan banyak mengundang tokoh-tokoh agama dalam diskusi, dinilai akan meredam paham radikal yang menyebar di masyarakat.

BACA JUGA:

Tangani Terorisme, Pasukan Khusus Gabungan TNI Dihidupkan Lagi

Prabowo: Terorisme Ancaman dan Bahaya Besar bagi Negara 

"Kalau di jajaran kami Satpol PP di daerah harus siaga. Minimal di tempat-tempat keramaian, di masjid, dan gereja. Minimal ada. Kalau mengandalakan jumlah polisi dan TNI kan kurang. Kedua menggalakkan siskamling dan forum umat beragama. Jangan kalau pas ribut baru ngundang tokoh-tokoh agama. Kan anggarannya ada. Kan yang ngesahkan saya di APBD," katanya di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Selain menghidupkan pengamanan di tingkat masyarakat, Tjahjo juga mengaku telah berkordinasi dengan Polri, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Tjahjo mengaku memetakan daerah-daerah yang rawan aksi terorisme.

"Soal ada rangkaian-rangkaian di sejumlah kota kan rentetan aja. Waktu bertemu Suhardi Alius (Kepala BNPT), saya memetakan orangnya agar ditatar dulu oleh BNPT. Ada 18 provinsi. Dikawal minimal RT berapa, RW berapa. Dimonitor jangan dimusuhi, diajak bergaul," ujarnya.


Editor : Azhar Azis

KOMENTAR