Imam Besar Masjid Istiqlal: Esensi Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Felldy Utama · Rabu, 16 Mei 2018 - 22:58 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal: Esensi Jihad Menghidupkan, bukan Mematikan

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Sebelum memulai pelaksanaan salat tarawih, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan esensi jihad dalam tausiahnya. Jihad adalah menghidupkan, bukan mematikan. Jihad berasal dari kata jahada dalam bahasa Arab yang berarti bersungguh-sungguh.

Usai salat tarawih, dia kembali menjelaskan makna kata jihad kepada wartawan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Menurut dia, jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan seseorang tapi untuk menghidupkan seseorang.

"Yaitu menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian yang lemah, menghidupkan fakir miskin menjadi semangat hidup," kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Karena itu, dia mengatakan jihad itu sebenarnya untuk menghidupkan optimisme kepada masyarakat, bukan untuk menciptakan atau menebar ketakutan. Makna inilah yang kerap disalahgunakan oleh kelompok teroris dalam melakukan aksi mereka.

BACA JUGA:

Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Puasa Total di Bulan Ramadan   

Memasuki Ramadan, MUI Imbau Umat Islam Tinggalkan Perbedaan

"(Teror) itu bertolak belakang dengan (makna) jihad itu sendiri. Ramadan ini insya Allah membangkitkan semangat jihad dalam pengertian yang tadi seperti ibadah individu, ibadah sosial, dan juga ibadah kosmopolitan," katanya.

Dengan begitu, semua bisa menikmati dampak positifnya dari bulan suci Ramadan ini. Bahkan, bukan hanya agama Islam saja, akan tetapi seluruhnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan esensi jihad tersebut. Menurut Lukman, esensi jihad adalah bersungguh-sungguh. Jihad itu secara konsisten dengan kesabaran dan ketegaran melakukan perjuangan dengan cara bersungguh-sungguh untuk tujuan hadirnya agama itu sendiri yaitu memuliakan manusia.

"Jadi bersungguh-sungguh istilah beliau (Nasaruddin Umar) adalah membuat manusia itu hidup, hidup itu artinya memberikan manfaat kepada lingkungannya, bukan jihad itu mematikan sesama kita, tentu itu bukan esensi ajaran agama," katanya.


Editor : Azhar Azis