Breaking News: Polisi Geledah Rumah Mantan PM Malaysia Najib Razak

Tri Hatnanto · Kamis, 17 Mei 2018 - 01:40 WIB
Breaking News: Polisi Geledah Rumah Mantan PM Malaysia Najib Razak

Pasukan Polis Diraja Malaysia mendatangi kediaman mantan PM Malaysia Najib Razak, Rabu (16/5/2018) malam. Hingga Kamis dini hari ini, penggeledahan masih berlangsung. (Foto: AFP).

KUALA LUMPUR, iNews.id – Puluhan polisi dengan menumpang lebih dari 15 mobil mendatangi kediaman mantan Perdana Menteri Malaysia (PM) Najib Razak di Taman Duta, Kuala Lumpur, Rabu (16/5/2018) malam. Sebuah truk polisi yang dikenal dengan sebutan ”Black Maria” juga dikerahkan ke lokasi.

Kedatangan polisi hanya beberapa saat setelah Najib menunaikan salat tarawih di Masjid Kampung Baru dekat rumahnya. Spekulasi beredar polisi akan menangkap mantan Presiden UMNO itu. Namun hingga saat ini kepolisian belum memberikan pernyataan resmi.

Mengutip sumber di kepolisian, kantor berita Bernama menyebut penggerebekan untuk mencari barang bukti dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dikaitkan dengan Najib. Pada saat bersamaan sepasukan polisi juga dilaporkan mendatangi apartemen mewah Najib di Pavilion Residence Apartment, Kuala Lumpur. Hingga Kamis (17/5/2018) dini hari, penggeledahan masih berlangsung.

BACA JUGA: Ini Kasus Dugaan Korupsi yang Menjerat Najib Razak

Kepala Kepolisian Malaysia Datuk Seri Amar Singh Ishar Singh mengaku telah menyetujui penggeledahan tersebut. Namun dia enggan menjelaskan detil. ”Saya sahkan (izinkan) pasukan untuk melakukan penggeledahan di rumah itu,” kata Amar Singh, Rabu malam.

PM Malaysia Mahathir Mohamad sebelumnya berjanji akan menyelidiki kasus dugaan korupsi yang dilakukan para pejabat di pemerintahan Najib Razak. Untuk memuluskan penyelidikan, Mahathir meminta para menteri tak menghancurkan seluruh dokumen.

Kasus yang dibidiknya adalah penggelapan dana proyek pemerintah 1MDB yang disebut-sebut juga melibatkan Najib Razak. Mahathir akan menunjuk ketua komisi antikorupsi baru dan mengganti jaksa agung untuk memastikan penyelidikan proses yang adil dan transparan.

PM berusia 92 tahun itu juga mengaku pemerintah akan berusaha mengambil miliaran dolar yang diduga digelapkan oleh 1MDB.

"Fokus pada korupsi adalah penting karena kami perlu mendapatkan uang kembali yang masih di Swiss, AS, Singapura dan mungkin Luksemburg," kata Mahathir.

 


Editor : Zen Teguh