Mantan Dirjen Hubla Divonis 5 Tahun Penjara Oleh Pengadilan Tipikor

Irfan Tanjung · Kamis, 17 Mei 2018 - 14:09 WIB

- Mantan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antonius Tonny Budiono. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Mantan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antonius Tonny Budiono divonis lima tahun penjara dan denda Rp300 juta serta subsider kurungan tiga bulan. Antonius dinilai terbukti menerima uang suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Kemenhub 2016-2017 serta menerima gratifikasi 2015-2017.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyatakan, Tonny terbukti menerima suap sebesar Rp2,3 miliar dari PT Adiguna Keruktama. Selain itu, Tonny guga dinyatakan terbukti menerima grativikasi lebih dari Rp20 miliar.

"Manjatuhkan vonis lima tahun kurungan penjara," ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Syaifudin Zuhri, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

BACA JUGA:

Kejar Tersangka Lain, KPK Kembali Periksa Tonny Budiono

Terima Rp21 Miliar, Eks Dirjen Hubla Dituntut 7 Tahun Penjara

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta serta dengan empat bulan subsider kurungan. Hukuman dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan karena Tonny selama proses persidangan berlaku sopan, terur terang dan belum pernah terlibat masalah hukum. "Terdakwa merasa bersalah," ucapnya.

Mendengar keputusan tersebut, Tonny dan kuasa hukumnya menerima dan tidak mengajukan banding.

Saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) pribadi dalam persidangan, Tonny meneteskan air mata. Di usia senja, kehidupan yang dia dambakan sirna. Tak hanya kehilangan jabatan dan tersingkir, impian bersama anak dan cucu pun tak sampai. Kini, dia tinggal menunggu vonis majelis hakim.

"Saat ini menjadi pesakitan, terdakwa karena melanggar hukum negara, sumpah jabatan, dan pakta integritas yang seharusnya tidak saya lakukan. Saya minta maaf kepada masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, tidak lupa kepada anak, menantu, dan cucu saya," katanya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/5/2018).


Editor : Kurnia Illahi

KOMENTAR