PM Trudeau Marah Dokter Kanada Ditembak saat Bantu Demonstran Gaza

Anton Suhartono · Kamis, 17 Mei 2018 - 15:12 WIB

Justin Trudeau (Foto: AFP)

ONTARIO, iNews.id - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak digelarnya penyelidikan terkait penembakan terhadap seorang warganya, Tarek Loubani, di Gaza, Palestina, pada Senin (14/5).

Loubani tertembak di bagian kaki saat bertugas sebagai dokter yang membantu para korban penembakan Israel dalam demonstrasi menentang pemindahan kantor Kedubes AS ke Yerusalem. Padahal, petugas medis sudah menggunakan jaket indentitas, sehingga tak boleh dilukai.

Dalam pernyataannya, Trudeau mengatakan penyesalan atas kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan dari negaranya.

"Kami terkejut dokter Tarek Loubani, seorang warga Kanada, termasuk dalam korban luka, bersama dengan banyak orang lain yang tak bersenjata, termasuk warga sipil, jurnalis, petugas pertolongan pertama, serta anak-anak," kata Trudeau, dalam pernyataannya, dikutip dari BBC, Kamis (17/5/2018).

Dia menyerukan agar penyelidikan segera dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan. Trudeau mendurigai adanya penghasutan, aksi kekerasan dan penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam menangani demonstrasi di Gaza.

Loubani merupakan dokter kemanusiaan yang bertugas di Ontario, London, dan Rumah Sakit Shifa di Gaza. Dalam blog-nya, dia mengatakan, seorang petugas medis tewas dan beberapa lainnya mengalami luka ditembak Israel saat membantu para korban demonstrasi.

Dia ditembak pada Senin pagi saat berdiri di lokasi agak jauh dengan posisi demonstran. Saat itu dia sedang berbicang dengan temannya, namun tiba-tiba peluru menghujam kakinya.

Kanada termasuk salah satu negara yang vokal mengkritik penanganan demonstrasi di Gaza oleh pasukan Israel. Negara lain seperti Inggris, Jerman, Irlandia, dan Belgia, menyatakan keprihatinan atas kekerasan yang menewaskan lebih dari 60 orang dalam demonstrasi pada 14 Mei, serta menyerukan diadakannya penyelidikan.

Namun AS membela Israel terkait tuntutan digelarnya penyelidikan independen dengan alasan demi membela diri. Demonstran ditembak menggunakan peluru tajam dan peluru karet. Lebih dari 2.700 orang mengalami luka. Sebanyak 1.200 di antaranya dalam kondisi serius.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR