Sosok Kontroversial Gina Haspel Terpilih sebagai Direktur CIA

Anton Suhartono · Jumat, 18 Mei 2018 - 10:02 WIB
Sosok Kontroversial Gina Haspel Terpilih sebagai Direktur CIA

Gina Haspel (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Setelah melalui perdebatan panjang, Senat Amerika Serikat (AS) memilih Gina Haspel sebagai direktur badan intelijen Central Intelligence Agency (CIA). Di masa lalu, Haspel terlibat dalam penyiksaan tahanan teroris yang menjadi pehatian komunitas HAM internasional.

Perempuan yang dinominasikan oleh Presiden Donald Trump itu didukung oleh 54 melawan 45 senator dalam pemilihan, Kamis (17/5). Keberhasilan perempuan pertama yang menduduki pucuk pimpinan lembaga intelijen AS itu tak lepas dari limpahan suara Demokrat. Meskipun hanya mendapat suara dari enam senator Demokrat, namun itu cukup untuk mengantarkan Haspel menjabat direktur.

"Selamat kepada direktur CIA kami yang baru, Gina Haspel!" demikian isi cuitan Presiden Trump.

Namun dua senator Republik tak memberikan suara untuk Haspel. Seorang lagi yakni John McCain yang juga menentang pencalonan Haspel tidak hadir dalam sidang. Pria yang pernah merasakan penderitaan disiksa di tahanan saat perang Vietnam itu sedang melawan sakit kanker otak sehingga absen.

Haspel menggantikan Mike Pompeo sebagai direktur CIA yang dipilih sebagai menteri luar negeri. Perempuan berusia 61 tahun itu sudah lama berkarier di CIA dengan jabatan terakhir wakil direktur.

Salah satu catatan kelam Haspel adalah penyiksaan tahanan teroris di penjara rahasia CIA di Thailand. Di bawah arahannya, dua tahanan Al Qaeda yakni Abu Zubaydah dan Abdul Rahim Al Nashiri menjalani interogasi dengan teknik water-boarded, yakni kepalanya ditutup lalu disiram atau direndam di air.

Namun, kepada Senat AS, Haspel berjanji tidak akan pernah lagi menggunakan teknik itu dalam menginterogasi tahanan.

Dia juga menolak bahwa metode yang digunakan CIA selama ini tak bermoral. Dalam suratnya kepada anggota parlemen, Haspel mengatakan kekerasan bukan satu-satunya cara yang harus dilakukan CIA.


Editor : Anton Suhartono