Palestina Ajak Negara-Negara Arab Tarik Duta Besar dari Amerika

Anton Suhartono ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 11:07 WIB
Palestina Ajak Negara-Negara Arab Tarik Duta Besar dari Amerika

Menlu Palestina Riyad Al Maliki berbicara di KTT luar biasa Liga Arab di Kairo (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KAIRO, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riyad Al Maliki mengajak negara-negara Arab untuk menarik duta besar masing-masing di Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas pemindahan kantor Kedubes AS ke Yerusalem.

"Tidak ada salahnya negara-negara Arab secara bersamaan menarik para dubes mereka di Washington untuk berkonsultasi," kata Maliki, dalam siaran televisi di sela pertemuan luar biasa Liga Arab di Kairo, Mesir, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/5/2018).

Dia juga mengajak negara-negara Arab memanggil dubes AS di negara masing-masing untuk menegaskan kembali penolakan atas pemindahan kedubes ke Yerusalem.

Tak hanya AS, negara-negara yang sejalan dengan AS turut menjadi obyek. Menurut Maliki, dalam pertemuan Liga Arab sebelumnya, para anggota setuju untuk memutuskan hubungan dengan dengan negara lain yang ikut memindahkan kedubes ke Yerusalem.

Sejauh ini belum diketahui respons dari negara-negara Arab mengenai ajakan Palestina itu. Hal yang jelas, Arab Saudi dan Mesir punya hubungan sangat erat dengan AS.

Sementara itu delegasi Lebanon mengatakan, kementerian luar negerinya telah mengirim surat ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, untuk mengambil tindakan terkait pembantaian demonstran Palestina di Gaza.

 

Langkah AS memindahkan kedubes ke Yerusalem melanggar hukum internasional sebagaimana tertuang dalam resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Status Yerusalem seharusnya ditentukan secara final dalam pembicaraan damai antara Palestina dan Israel. Namun AS mendahuluinya sehingga praktis merusak struktur perjanjian perdamaian yang telam lama dibangun.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel dalam Perang Timur Tengah pada 1967, sebagai ibu kota masa depannya.


Editor : Anton Suhartono