Trump Tuduh China Pengaruhi Korut untuk Batalkan Pertemuan dengan AS

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 13:08 WIB
Trump Tuduh China Pengaruhi Korut untuk Batalkan Pertemuan dengan AS

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Korea Utara (Korut) mengancam akan membatalkan pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 12 Juni di Singapura. Trump menduga reaksi Korut yang berubah ini dipengaruhi Presiden China Xi Jinping.

Menurut Trump, Xi sengaja memengaruhi Kim lantaran pertemuan mereka memiliki prospek yang baik.

"Jika Anda ingat dua pekan lalu, tiba-tiba entah dari mana Kim Jong Un pergi ke China untuk menyapa lagi untuk kedua kalinya ke Presiden Xi. Bisa jadi dia memengaruhi Kim Jong Un. Kami akan melihat apa yang terjadi. Artinya, Presiden China, Xi, bisa mempengaruhi (Kim),” kata Trump, seperti dilaporkan Bloomberg, Jumat (18/5/2018).

"Dia (Kim) benar-benar ingin melakukannya, tapi mungkin juga dia tidak mau melakukannya. Mungkin mereka (Korut) berbicara dengan China, itu mungkin benar. Presiden Xi teman saya, dia pria hebat, tapi dia untuk China dan saya untuk Amerika Serikat,” kata Trump, menambahkan.

Kim diketahui mengunjungi Xi di Dalian, China pada 8 Mei. Itu merupakan lawatan keduanya setelah kunjungan kejutan ke Beijing pada akhir Maret.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan sehari setelah Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mendesak AS tetap tenang menghadapi manuver Korut. Wang menyebut keputusan Korut untuk melucuti senjata nuklir harus dihargai terlebih dahulu.

"Semua pihak, terutama Amerika Serikat, harus menghargai kesempatan ini untuk perdamaian dan tidak menjadi penghalang," kata Wang, seperti dikutip South China Morning Post.

Dia melanjutkan, pembicaraan Korut-AS dirintis dengan susah payah, sehingga jangan sampai berujung sia-sia. Semua pihak harus menghormati satu sama lain.

"Langkah-langkah yang diambil Korea Utara untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea harus diakui. Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi kedua pihak untuk bekerja ke arah yang sama, bukan sebaliknya. Yang ingin saya tekankan bahwa situasi yang mereda saat ini telah dicapai dengan susah payah,” ujar Wang.

Korut menyebut latihan militer Max Thunder antara AS dengan Korea Selatan (Korsel) di Semenanjung Korea menjadi alasan utama di balik dibatalkannya pembicaraan dengan pejabat tinggi Korsel pada pekan ini.

Namun, hal ini berbuntut panjang dan menyebabkan Korut berniat membatalkan pertemuan Kim dengan Trump. Korut juga memperingatkan AS untuk membatalkan latihan militer gabungan atau memikirkan ulang soal nasib pertemuan Trump-Kim Jong Un.

Pentagon menyebut tidak akan membatalkan latihan militer dengan Korsel.


Editor : Nathania Riris Michico