Anwar Ibrahim Sempat Menyarankan agar Najib Terima Kekalahan di Pemilu

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 13:14 WIB
Anwar Ibrahim Sempat Menyarankan agar Najib Terima Kekalahan di Pemilu

Anwar Ibrahim. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak terpukul atas kekalahannya dalam pemilihan umum 9 Mei lalu. Najib bahkan dua kali menghubungi lawannya yang saat itu masih dipenjara, Anwar Ibrahim, untuk meminta nasihat.

Najib menerima kekalahannya sekaligus mengakhiri dominasi partai berkuasa, Barisan Nasional (BN), yang memerintah selama lebih dari 60 tahun. Kekalahan BN dalam pemilu dikaitkan dengan meningkatnya kemarahan publik atas skandal korupsi yang diduga dilakukan Najib.

Tak hanya itu, kekalahan Najib juga disebabkan gabungan kekuatan antara Mahathir Mohamad (92) dan Anwar. Kekalahan koalisi BN ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Najib sendiri.

Setelah Najib lengser dan digantikan Mahathir, Anwar menerima pengampunan penuh dari Yang di-Pertuan Agoeng Sultan Muhammad V sehingga bebas dari penjara.

Anwar, yang dihukum lima tahun penjara atas kasus sodomi, mengaku menerima dua panggilan telepon dari Najib usai pemilu. Hal itu dia ungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Reuters.

"Ketika dia menelepon pada malam pemilihan, saya menyarankan dia sebagai seorang teman untuk menyerah dan menerima," kata Anwar.

Saat itu dia meminta Najib untuk muncul ke publik dan memberi pernyataan dengan cepat, daripada menunda-nunda dan dipandang menghalangi transisi.

Namun, pada akhirnya Najib tidak mengatakan apa-apa ke publik dan menghilang usai BN dinyatakan kalah dalma pemilu. Malahan, Mahathir mengumumkan kemenangan beberapa jam setelah penghitungan suara dimulai.

Najib baru muncul dalam konferensi pers keesokan harinya. Saat itu dia menyebut tidak ada partai yang meraih suara mayoritas dan menegaskan Yang di-Pertuan Agong-lah yang berhak menentukan PM Malaysia selanjutnya.

"Dia terus mengelak, dia menolak mengakui (kekalahannya) lebih cepat," ujar Anwar.

Najib, menurut Anwar, terus memikirkan apa yang bisa dia lakukan dan siapa yang bisa dia ajak berkonsultasi. Namun Anwar menegaskan Najib tidak menghubungi untuk membuat kesepakatan.

“Bahkan jika dia membahas pada hal itu (kesepakatan), saya akan mengabaikannya. Saya hanya mendengarkannya,” kata Anwar, saat ditanya apakah Najib menawarinya kesepakatan untuk berpindah kesetiaan.

"Setelah panggilan telepon yang kedua, dia (Najib) benar-benar hancur," ujar Anwar lagi.

Terkait pengakuan Awar ini, Najib belum bisa dihubungi untuk diminta tanggapannya.

Koalisi Najib hanya mendapatkan 79 kursi dari 222 kursi parlemen pusat yang diperebutkan, sementara Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail, memenangkan  50 kursi.

Tahun lalu, Najib mengunjungi Anwar di rumah sakit tempat dia dirawat usai menjalani operasi bahu. Pertemuan itu memicu desas-desus yang menyebut keduanya mungkin akan bersatu melawan Mahathir, meski hal ini dibantah oleh tim Anwar.


Editor : Nathania Riris Michico