Belum Genap 6 Bulan, Pelajar Pakai Narkoba di Bogor Naik 3 Kali Lipat

Antara · Jumat, 18 Mei 2018 - 13:00 WIB

Ilustrasi narkoba. (Foto: Koran Sindo)

BOGOR, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menyatakan, pengguna narkoba di kalangan pelajar mengalami peningkatan. Dari tahun 2017 tercatat 87 pelajar tetapi saat ini sudah ada lebih dari 338 orang.

“Mereka kategori remaja dan pelajar yang harus direhabilitasi (penyembuhan),” kata Kepala Seksi dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Kabupaten Bogor, Rika Indriati di Cibinong, Jumat (18/5/2018).

Menurut dia, penggunaan narkoba paling banyak terdapat di wilayah Kabupaten Bogor sebelah barat, timur, maupun selatan. BNNK Bogor mengindiskasi peredaraan narkoba masuk ke daerah setempat diperkirakan sejak tahun 2014.

“Rata-rata mereka yang menjadi pencandu awalnya hanya mencoba-coba hingga akhirnya menjadi pemakai teratur atau aktif dan kecanduan. Selain itu juga karena faktor lingkungan bermain yang memungkinkan untuk menjadi pemakai,” ujar dia.

Dalam perkara ini, narkoba yang beredar digolongkan menjadi tiga jenis, yakni tembakau gorila (tembakau yang diberi cairan adiktif), sabu hitam atau sabu cair (turunan ekstasi), dan syntetic cathinone (ganja sintetis).

Akan tetapi dalam kajian terdapat lebih dari 210 jenis narkotika berbahaya. Dimana apabila terlalu banyak dikonsumsi dapat menimbulkan kematian maupun kerusakan saraf.

Rika menuturkan, biasanya anak-anak pelajar maupun remaja sering menggunakan narkoba seperti, ganja sintetis, obat penenang (dextromethrophan, tramadol), dan lainnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor  Egy Gunadhi Wubhawa mengatakan, peredaran narkoba saat ini cukup mengkhawatirkan. Apabila tidak segera dicegah dapat merusak pemuda bangsa dan generasi penerus di Kabupaten Bogor.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas BNN atau Pemerintah Daerah tetapi juga tugas keluarga dan orang terdekat. Artinya, selain peran pemerintah, peran orangtua di rumah juga menentukan nasib anak,” tutur Egy.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto

KOMENTAR