Kompensasi Bantargebang, Sandi: Pemkot Bekasi Laporan, Kami Transfer

Wildan Catra Mulia · Jumat, 18 Mei 2018 - 13:43 WIB

Truk sampah di Bantargebang. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta prihatin sekitar 18.000 kepala keluarga di Bantargebang belum mendapat uang ganti rugi bau selama lima bulan. Sebab, dana kompensasi itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi keperluan selama Ramadan.

Sandi mengatakan, kendala keterlambatan pembayaran itu bukan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, tetapi pada Pemkot Bekasi. Memang Pemprov DKI yang menggelontorkan uang karena pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sudah diambil alih DKI, namun administrasi menjadi tugas Pemkot Bekasi.

“Kalau untuk warga Bantargebang sudah kita sampaikan, kita sudah siap pembayaran tetapi masih menunggu laporan Pemkot Bekasi terkait hal-hal yang perlu dilaporkan,” kata Sandi di Jakarta, Kamis (17/5/2018) malam.

Pemprov DKI tidak pernah berniat untuk menunda pembayaran. Sandi tahu betul, uang kompensasi sebesar Rp200.000 per bulan itu sangat dibutuhkan warga untuk keperluan selama Ramadan.

“Kita tahu dana ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami siap transfer dana tersebut. Kita tunggu dan segera. Itu sesuai dengan ketentuan. Kita terima, kita langsung. Kita sama sekali tidak akan menunda-nunda,” tutur Sandi.

Sebelumnya puluhan warga Kecamatan Bantargebang, Bekasi, menggelar aksi demo, Rabu (16/5/2018) sore. Massa menggeruduk kantor pengelola TPST Bantargebang untuk mempertanyakan uang kompensasi yang belum dibayar selama lima bulan.

BACA JUGA: Uang Kompensasi Tak Dibayar 5 Bulan, Warga Ancam Blokit TPST Bantargebang

Perwakilan warga Tajiri mengatakan, sekitar 18.000 kepala keluarga di tiga kelurahan yakni Ciketing Udik, Cikiwul, dan Sumur Batu belum menerima uang kompensasi selama lima bulan terakhir. Padahal seharusnya warga menerima uang kompensasi bau sampah sebesar Rp200.000 per bulan.

“Harusnya bulan Januari, Februari, Maret sudah turun tetapi ini sudah mau masuk Juni belum turun,” kata Tajiri, Rabu (16/5/2018).


Editor : Khoiril Tri Hatnanto

KOMENTAR