Pendaki Profesional Asal Rusia Tewas di Gunung Tertinggi ke-4 di Dunia

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 14:27 WIB
Pendaki Profesional Asal Rusia Tewas di Gunung Tertinggi ke-4 di Dunia

Base camp menuju Puncak Everest dan Puncak Lhotse. (Foto: Sputnik Internasional)

KATHMANDU, iNews.id - Seorang pendaki asal Rusia tewas di dekat puncak Lhotse, puncak tertinggi keempat di dunia. Peristiwa ini menjadi kematian ketiga saat musim pendakian di Nepal Himalaya.

Korban bernama Rustem Amirov mendaki seorang diri di gunung seluas 8.516 meter yang berdekatan dengan Gunung Everest tersebut. Dia meninggal akibat komplikasi terkait ketinggian gunung, Kamis (17/5).

"Dia sedang mendaki sendirian tanpa satu pun pemandu bersamanya. Jasadnya belum dibawa ke base camp," kata pejabat penghubung pemerintah di kamp utama Everest, Gyanendra Shrestha, kepada AFP, Jumat (18/5/2018).

Pendaki itu mencoba menuju puncak Lhotse menggunakan base camp yang sama dengan yang menuju puncak Everest.

Amirov merupakan seorang pendaki berpengalaman yang sebelumnya memimpin ekspedisi di puncak Cho Oyu setinggi 8.201 meter, yang juga berada di Nepali Himalaya. Dilihat dari laman Facebook-nya, Amirov baru tiba di pangkalan Everest pada awal Mei.

Sebagian besar pendaki tiba pada April dan menghabiskan setidaknya satu bulan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan keras dan kadar oksigen yang rendah.

Ketinggian di atas 8.000 meter dikenal sebagai zona kematian di antara pendaki. Udara mengandung kurang dari sepertiga oksigen di permukaan laut dan manusia tidak dapat bertahan hidup di ketinggian tersebut dalam waktu yang lama.

Kehilangan oksigen, cairan akan menumpuk di paru-paru dan otak, yang bisa bisa berakibat fatal jika pendaki tidak mencapai ketinggian yang lebih rendah pada waktunya.

Kebanyakan pendaki menggunakan oksigen dalam botol untuk mengurangi efek dari ketinggian. Namun tidak diketahui apakah Amirov mendaki dengan oksigen tambahan atau tidak.

Dari postingan di Facebook Amirov, diketahui tim penyelamat sudah dikirim namun gagal menemukannya tepat waktu.

"High altitude porters (alat pengangkut di ketinggian) dikirim untuk menyelamatkannya, dan membantunya turun ke kamp dua. Sayangnya saat itu sudah terlambat. Dia sudah tak sadarkan diri saat ditemukan meninggal," demikian ditulis dalam postingan tersebut.

Ratusan pendaki berusaha mencapai puncak Everest selama musim pendakian April-Mei. Hanya sebagian kecil yang mengincar puncak Lhotse.


Editor : Nathania Riris Michico