Senjata Kimia Suriah, Prancis Bekukan Aset 3 Orang dan 9 Perusahaan

Anton Suhartono · Jumat, 18 Mei 2018 - 14:53 WIB

Tentara pemerintah Suriah menjaga di Douma, Ghouta Timur, usai merebut kota itu (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis membekukan aset tiga orang dan sembilan perusahaan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam pengembangan senjata kimia Suriah.

Pada 14 April 2018, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat, melancarkan serangan udara ke tiga lokasi di Suriah yang dicurigai sebagai tempat pengambangan dan penyimpanan senjata kimia Suriah. Serangan ini merupakan respons atas tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Assad saat menyerang Douma, Ghouta Timur. Serangan itu menyebabkan puluhan orang tewas.

Baca Juga: 

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis Serang Suriah

Prancis: Besar Kemungkinan Barang Bukti Senjata Kimia di Suriah Hilang

Dalam pernyataan bersama, Menteri Keuangan Bruno Le Maire dan Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan, pembekuan aset ini dilakukan sebagai tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang membantu Pusat Studi Ilmiah dan Penelitian Suriah dalam mengembangkan senjata pemusnah massal itu.

"Tiga orang dan sembilan perusahaan menjadi target atas peran mereka dalam penelitian dan/atau memperoleh material untuk pengembangan bahan kimia dan senjata balistik untuk negara itu," demikian bunyi pernyataan bersama, dikutip dari AFP, Jumat (18/5/2018).

Pemerintah Amerika Serikat dan negara lain menuding pusat penelitian itu mengembangkan senjata kimia untuk pemerintahan Bashar Al Assad.

Namun tidak disebutkan identitas dari ketiga orang itu dan kewarganegaraan mereka, demikian pula dengan sembilan perusahaan.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR