Wiranto Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Persoalan Terorisme

Antara · Jumat, 18 Mei 2018 - 16:07 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id -Pemerintah menggelar rapat koordinasi tingkat menteri membahas penanggulangan terorisme. Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

Pantauan di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Jumat (18/5/2018) hadir dalam rapat itu, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Hadir juga Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

BACA JUGA:

Tangani Terorisme, Pasukan Khusus Gabungan TNI Dihidupkan Lagi

Wiranto Minta Aparat Jangan Bocorkan Cara Kerja Koopssusgab ke Publik

Selain itu, ada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Wantanas Letjen TNI Doni Monardo, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Djoko Setiadi, Dirjen Lapas Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami, serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soemarsono.

Menurut informasi yang dihimpun, aksi terorisme yang terjadi di beberapa daerah di Tanah Air masuk dalam pembahasan. Rapat juga  merumuskan penanganan terorisme yang melibatkan lintas kementerian serta intansi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sudah menyatakan, pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) Pencegahan Terorisme sudah direstui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski belum ada payung hukumnya, Moeldoko mengatakan tim ini akan beroperasi secepatnya di bawah komando TNI.

“Ini operasi harus dijalankan untuk preventif agar masyarakat merasa tenang. Saat ini terjadi hukum alam, hukum aksi dan reaksi. Begitu teroris melakukan aksi, kita beraksi, kita melakukan aksi, mereka bereaksi,” kata Moeldoko usai rapat kabinet kerja paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).


Editor : Kurnia Illahi

KOMENTAR