PBB Kecam Penembakan Warga Gaza, Desak Penyelidikan Internasional

Anton Suhartono ยท Jumat, 18 Mei 2018 - 16:26 WIB
PBB Kecam Penembakan Warga Gaza, Desak Penyelidikan Internasional

Dubes Palestina untuk PBB Ibrahim Khraishi hadir di sidang Dewan HAM PBB di Jenewa (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Kepala Badan HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein mengecam keras penembakan yang dilakukan tentara Israel terhadap demonstran Palestina dalam aksi unjuk rasa menentang pemindahan kantor Kedubes AS ke Yerusalem pada Senin 14 Mei.

Israel merespons demonstran dengan menembakkan peluru tajam, hal ini sangat tidak berimbang karena para pengunjuk rasa di Gaza tidak bersenjata. Zeid juga mendesak dilakukannya penyelidikan internasional atas penembakan yang menewaskan setidaknya 60 warga Palestina itu.

Dewan HAM PBB, kata Zeid, membuka kemungkinan pembentukan komisi penyelidikan atas bentrokan paling berdarah antara Israel-Palestina sejak perang 2014 itu. Hasil sidang akan menentukan apakah PBB akan mengirim penyelidik kejahatan perang ke Gaza dan Israel atau tidak.

Lebih lanjut Zeid mengungkapkan, Israel secara sistematis telah merampas hak asasi manusia 1,9 juta warga Gaza. Dia menyebut, warga Gaza sengaja diblokade atau dikurung di daerah kumuh beracun sejak melahirkan hingga meninggal. Israel memblokade Gaza sejak 2007.

"Tak ada yang lebih aman dari peristiwa mengerikan pada pekan lalu. Akhiri penjajahan, maka sebagian besar kekerasan dan ketidakamanan akan hilang," ujarnya, dalan sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, dikutip dari Reuters, Jumat (18/5/2018).

Sekitar 35.000 warga Palestina di Gaza menggelar aksi unjuk rasa pada 14 Mei untuk menentang pemindahan dan peresmian kantor Kedubes AS. Sedikitnya 60 orang tewas terkena tembakan peluru tajam dan lebih dari 2.700 orang luka. Sebanyak 1.000 lebih di antaranya menderita luka serius.

Di antara korban juga terdapat anak-anak di bawah usia 16 tahun. Tak hanya itu, dokter dan jurnalis turun menjadi korban tembakan. Seorang dokter dilaporkan tewas.


Editor : Anton Suhartono