Sandi Resmikan Pembangunan ITF untuk Mengubah Sampah Jadi Listrik

Wildan Catra Mulia · Minggu, 20 Mei 2018 - 11:54 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Intermediate Treatment Facility (ITF) di Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: iNews.id/ Wildan Catra)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Intermediate Treatment Facility (ITF) di Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta. Pembangunan ITF tersebut bertujuan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.

Sandi mengatakan, pembangunan ITF akan memakan waktu tiga tahun. Dia berharap ITF nantinya mampu menciptakan 7.000 lapangan pekerjaan baru di Jakarta. "Tapi yang lebih penting, saya ingin menekankan bahwa (ITF) ini akan menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja selama proses konstruksi, 5.000 lapangan kerja baru yang dapat dihasilkan (usai konstruksi), dan 1.000 teknisi operasional. Jadi kita melihat bahwa ini sungguh-sungguh dapat menghasilkan secara total 7.000 lapangan kerja baru," ujar Sandiaga di Sunter, Jakarta Utara, Minggu (20/5/2018).

Menurut dia, jika ITF tersebut sudah beroperasi akan menekan volume sampah dari total 7.100 ton setiap harinya di Jakarta menjadi 2.200 ton. Adapun energi listrik yang dapat dihasilkan dari pengolahan sampah ini sebesar 35 Megawatt dan diharapkan dapat membantu jangkauan listrik bagi masyarakat Jakarta.

"Pengembangan ITF ini berdasarkan standar Eropa dan ini akan dipikirkan untuk 5-10 tahun ke depan. Kita akan membuat Jakarta sebagai kota dengan konsep Smart City dan Smart Environment, dengan penggunaan teknologi digital di belakangnya," katanya.

Diketahui, ITF Sunter merupakan proyek kerja sama antara BUMD PT Jakarta Propertindo dan perusahaan energi asal Finlandia, Fortum, yang berfokus pada bidang energi bersih dan solusi perkotaan termasuk pengelolaan sampah. Pembangunan ITF akan dilaksanakan usai mendapatkan persetujuan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan berlandaskan pada Perpres Nomor 35 tahun 2018 yang kemudian diperkuat dengan Pergub Nomor 33 Tahun 2018.

 


Editor : Azhar Azis

KOMENTAR