Anwar Ibrahim Akan Buka Puasa Bersama di Kediaman Habibie

Felldy Utama · Minggu, 20 Mei 2018 - 15:00 WIB
Anwar Ibrahim Akan Buka Puasa Bersama di Kediaman Habibie

Anwar Ibrahim. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Berdasarkan pantauan iNews.id, Ketua Oposisi Malaysia ini tiba di sekitar pukul 13.05 WIB. Anwar yang mengenakan kemeja dengan setelan jas hitam turun dari mobil Toyota Alpard bernomor polisi B 402 NS. Anwar didampingi anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fahmi Idris. Keduanya sempat menyapa para awak media yang sudah menunggu di depan kediaman Habibie.

Setelah melakukan pertemuan dengan Habibie, Anwar Ibrahim akan kembali ke Hotel Grand Melia untuk beristirahat. Kemudian pada pukul 17.30 WIB Anwar Ibrahim menuju rumah Habibie untuk melakukan buka puasa bersama.

"Saya percaya pertemuan dan perbincangan dengan Presiden Habibie akan mengeratkan lagi hubungan di antara dua negara kita, serta memperkukuh iltizam melaksana agenda reformasi di Malaysia," tulis Anwar di akun Facebooknya.

Anwar Ibrahim adalah tokoh politik senior yang sempat menjadi lawan politik Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Keduanya berselisih pada periode krisis Asia 1998 hingga kemudian Anwar yang saat itu menjabat menteri keuangan dan deputi perdana menteri dicopot dari jabatannya dan dipenjarakan oleh Mahathir.

Dalam Pemilu 2018, Anwar dibebaskan pada 16 Mei lalu setelah mendapat pengampunan dari Raja Malaysia. Anwar justru berkoalisi dengan Mahathir yang kembali dilantik sebagai perdana menteri pada usia 92 tahun.
Mahathir menyatakan akan menyerahkan kepemimpinannya kepada Anwar dalam dua tahun ke depan.

Tokoh perlawanan Malaysia itu mengatakan bahwa 1998 adalah tahun bersejarah bagi Malaysia dan Indonesia. "21 Mei 1998 diingati rakyat Indonesia sebagai tarikh (tanggal) jatuhnya rezim Orde Lama dan bermulanya zaman peralihan kuasa serta pengukuhan institusi-institusi demokrasi yang berlaku dengan pentadbiran Presiden BJ Habibie," tulisnya.

Sementara rakyat Malaysia memperingati 2 September 1998 sebagai awal kejatuhan rezim Barisan Nasional yang kemudian jatuh setelah dua dekade kemudian, yakni pada 9 Mei 2018.


Editor : Azhar Azis