Menag Minta Hentikan Polemik Kunjungan Wantimpres ke Israel

Kurnia Illahi · Rabu, 13 Juni 2018 - 12:48 WIB
Menag Minta Hentikan Polemik Kunjungan Wantimpres ke Israel

Menteri Agama, Lukman Hakim Siafuddin. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin meminta polemik kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf ke Israel dihentikan. Semua pihak diminta berpandangan positif terhadap langkah yang dilakukan Yahya.

Lukman mengatakan, Yahya juga memiliki sikap yang sama dalam menegakkan perdamaian di negeri Palestina. Namun, pendekatan untuk mewujudkan tujuan itu berbeda-beda.

"Mari kita akhiri saling cerca terkait ikhtiar Kiai Yahya Cholil Staquf. Boleh jadi sebagian kita tak bersetuju dengan cara pendekatannya. Namun tujuan kita sama, ingin wujudkan damai di Palestina. Dia telah sampaikan rahmah kepada semua mereka. Itu pesan utama agama," ujar Lukman dalam akun Twitter @lukmansaifuddin, Rabu (13/6/2018).

BACA JUGA:

Presiden Jokowi: Yahya Staquf ke Israel Urusan Pribadi

Kunjungan Wantimpres ke Israel Seharusnya Diketahui Presiden

Pernyataan Lukman lagsung ditanggapi oleh mantan Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu melalui akun Twitter @saididu. Dia mengingatkan, Lukman juga perlu melihat kembali sikap masyarakat dan pemerintah terhadap perjuangan Palestina.

"Semoga Pak Menteri konsisten dengan sikap ini jika ada warga negara lain gunakan cara yang jelas-jelas melanggar sikap dan posisi pemerintah, negara, dan rakyat tapi tujuannya sama sehingga bapak juga memaklumi," ucap Said.

Yahya Staquf diundang sebagai pembicara di Israel oleh Israel Council on Foreign Relations (ICFR), sebuah forum independen yang mempelajari dan membahas kebijakan luar negeri, terutama yang berkaitan dengan Israel dan bangsa Yahudi.

Dalam salinan surat undangannya, Yahya diminta menyampaikan kuliah umum berjudul "Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation".


Editor : Kurnia Illahi