Dikritik PDIP, AHY: Demokrat Tetap Kritis terhadap Pemerintah

Felldy Utama ยท Rabu, 13 Juni 2018 - 21:29 WIB
Dikritik PDIP, AHY: Demokrat Tetap Kritis terhadap Pemerintah

Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: iNews.id/ Felldy Utama)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrat menyatakan tetap kritis terhadap kebijakan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan konsisten menjadi bagian dari solusi dengan menyampaikan otokritik dan masukan yang konstruktif.

Hal itu disampaikan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi tudingan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto yang menilai Demokrat inkonsisten karena mengkiritik pemerintahan Jokowi. Padahal, kata Hasto, Demokrat sudah memberikan sinyal untuk merapat ke koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Ah sama sekali tidak. Saya yakin yang komentar itu tidak hadir di Rapimnas dan juga tak hadir pada orasi politik saya, clear. Kami konsisten di dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, 10-11 Maret yang lalu," kata AHY di Kantor AHY Foundation, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Baru-baru ini, AHY menyampaikan orasi politik di Jakarta Convention Center (JCC). AHY banyak mengkritik kebijakan Jokowi dan menagih janji politiknya yang belum terealisasi. Padahal, tinggal beberapa saat lagi, pilpres kembali bergulir pada 2019 mendatang.

BACA JUGA:

Gerindra: Kini Giliran SBY Menikmati Nasi Goreng Hambalang

Pilpres 2019, AHY Lebih Berpeluang Dicalonkan Demokrat Ketimbang Gatot

AHY menegaskan, Demokrat konsisten dengan mengapresiasi apa yang baik pada Pemerintah. Namun, apa yang belum diperbaiki oleh Pemerintah akan dikoreksi dengan tegas. Bahkan, kritikan pada saat orasi politik beberapa waktu yang lalu, bukanlah suatu kecaman yang tak produktif terhadap Pemerintah.

"Bagi saya, justru ada konsistensi yang bisa dibaca. Tidak kemudian mengatakan semuanya oke atau semuanya buruk, itu tidak. Kemudian di JCC kemarin kami tidak mengatakan semuanya sudah baik atau semuanya buruk, itu juga tidak. Karena itu, kita konsisten menjadi bagian dari solusi menyampaikan otokritik dan masukan yang konstruktif," katanya.

AHY juga menyindir Hasto soal rencana koalisi dengan parpol pendukung Jokowi. Putra pendiri dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menegaskan, sampai saat ini partainya belum menentukan sikap. Yang pasti, dia mengakui partainya sangat mungkin untuk bergabung dengan salah satu koalisi yang sudah terbangun.

"Dengan syarat, kita ingin berkoalisi dengan siapapun yang punya kesamaan visi dan misi, yang punya program-program pro rakyat. Dan ingat, syarat-syarat koalisi adalah harus saling menghormati, menghargai, dan saling percaya," katanya.

Menurut dia, tidak mungkin partainya duduk dalam suatu koalisi yang kemudian tidak memiliki kesetaraan dalam posisi untuk menyuarakan pikiran dan gagasan. Dia menekankan, harus ada kesetaraan agar tidak ada yang dianggap anak tiri dalam koalisi.

"Tidak boleh satu dianakemaskan, kemudian yang lainnya dianaktirikan, justru tidak diajak. Artinya itu tidak muncul trust, tidak muncul respect, dan itu buruk untuk koalisi. Bisa dibayangkan dalam situasi sehari dengan koalisi aja buruk, apalagi lima tahun," katanya.


Editor : Azhar Azis