Dipasangkan dengan JK, AHY: Ini Fakta Koalisi Masih Cair

Felldy Utama · Kamis, 14 Juni 2018 - 08:11 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id - Skenario memasangkan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dimunculkan untuk menghadirkan pasangan calon alternatif yang disebut Koalisi Kerakyatan.

Menanggapi skenario tersebut, Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat AHY mengatakan bahwa ketika ada isu atau skenario yang dibangun oleh publik ataupun oleh elite politik, menandakan belum ada satu koalisi yang terbentuk menghadapi kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Itu merupakan bagian dari fakta bahwa sampai dengan hari ini tidak ada yang bisa memastikan seperti apa koalisi itu akan terjadi," kata AHY di Kantor AHY Foundation, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Menurutnya dinamika politik Pilpres 2019 ini masih sangat cair. Maka dari itu, sah-sah saja bermunculan banyak skenario yang memasangkan tokoh satu dengan tokoh lainnya.

"Saya tidak mengatakan akan berubah (koalisi). Tapi masih bisa, masih memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan," kata dia.

Dari pernyataan itu, dia berdalih karena masing-masing partai politik baik yang sudah mengusung ataupun belum menentukan sikap, masih mempunyai hitung-hitungan masing-masing baik dari segi kepentingan ataupun ekspektasi dari setiap parpol tersebut.

"Ini akan terus cair, kita tidak bisa memastikan hari ini paten ada sekian partai di koalisi A dan sekian partai di koalisi B. Kemudian orang bertanya-tanya, kalau begitu kemudian semua masih mungkin? Ya, betul. Dua poros, tiga poros masih memungkinkan," katanya.

Kendati demikian, putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bersyukur karena namanya masuk ke dalam skenario pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Sebab, menurutnya, opsi tersebut muncul berdasarkan harapan rakyat.

"Artinya ada harapan dari publik yang dianggap bahwa AHY ini patutlah untuk dijadikan salah satu alternatif di dalam percaturan kontestasi Pilpres 2019," ujarnya.

Meski begitu, dia menegaskan Partai Demokrat sampai hari ini belum menentukan sikap akan mencalonkan siapa dan berkoalisi dengan siapa di perhelatan akbar tingkat Nasional tersebut. Akan tetapi, komunikasi dengan sejumlah partai politik masih terus dilakukan.

"Saya mengatakan per hari ini tidak bisa dikatakan bahwa kita sudah berada di dalam satu kubu. Semuanya masih terbuka, kami menjalin komunikasi dengan semua. Pada akhirnya, kita akan tetapkan sikap itu. Tapi belum hari ini, belum sekarang," katanya.


Editor : Azhar Azis

KOMENTAR