Jokowi: Mari Saling Memaafkan dengan Hati Tulus dan Ikhlas

Felldy Utama · Kamis, 14 Juni 2018 - 14:23 WIB
Jokowi: Mari Saling Memaafkan dengan Hati Tulus dan Ikhlas

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Wahyu Putro).

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat Indonesia, terutama umat Islam yang akan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah untuk saling memaafkan dengan hati ikhlas. Idul Fitri hendaknya jadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan.

”Mari kita saling memaafkan dalam semangat Idulfitri, dengan hati yg tulus dan ikhlas –Jkw,” kata Jokowi dalam akun Twitter-nya, @jokowi, Kamis (14/6/2018).

Kepala Negara juga kembali menginformasikan pada tahun ini dirinya dan keluarga akan merayakan Lebaran di Bogor, Jawa Barat. Presiden direncanakan Salat Id di Kebun Raya Bogor, kemudian menggelar open house di Istana Kepresidenan Bogor. Masyarakat diperbolehkan untuk datang dan bersalaman.

“Setelah 2014 di Aceh, 2015 di Padang, 2016 di Jakarta, besok Shalat Id di Bogor,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya Jokowi telah menyampaikan ucapan Idul Fitri ketika menyapa para pemudik di Terminal Baranangsiang, Bogor, pada Minggu (10/6/2018). Dalam video pendek yang diunggah di akun Instagramnya, Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan peci hitam.

Dari dalam bus dia berharap Idul Fitri menjadi momentum bagi seluruh umat Islam untuk merekatkan persatuan. ”Saya mengucapkan, selamat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kefitrian kita semakin mempererat persatuan, dan persatuan dalam berbangsa, serta berguna untuk membangun bangsa ini ke depan,” ujarnya.

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Kamis (14/6/2018) sore ini untuk menentukan awal Syawal 1439 Hijriah. Sidang akan dihadiri oleh Duta Besar sejumlah negara sahabat, perwakilan Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, Lapan, Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, serta tim hisab dan rukyat Kemenag.

Poses sidang diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kemenag tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439H. Adapun proses sidang isbatnya dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

Adapun Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1439 jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018.


Editor : Zen Teguh