Pertemuan Trump dan Kim, Ternyata Banyak Warga AS Tak Tahu Singapura

Anton Suhartono · Kamis, 14 Juni 2018 - 15:50 WIB

(Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Pertemuan Presiden AS Presiden Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong Un usai digelar. Singapura, sebagai tuan rumah, menjadi saksi pertemuan bersejarah dua pemimpin dunia itu.

Namun data mengungkap banyak warga AS yang tidak mengetahui di mana Singapura. Hal ini diketahui dari data mesin pencari Google, sebanyak lebih dari 2 juta pencarian 'Di mana Singapura" oleh pengguna di AS.

Dalam 24 jam saat pertemuan digelar pada 12 Juni, ada beberapa kalimat yang populer di mesin pencari Google di AS. Selain 'Where is Sinngapore', ada pula 'Singapore summit' dan 'time in Singapore'.

Singapura menjadi sorotan bukan hanya karena pertemuan Trump dan Kim, tapi juga lansekap beberapa lokasi wisata yang tampak sebagai latar belakang foto Kim Jong Un.

Sebut saja saat Kim melakukan kunjungan kejutan ke Hotel Marina Bay Sands dan taman di sekelilingnya. Selain itu tampak pula gambar Garden by the Bay dan lainnya.

Terlepas dari seberapa besar pengetahuan warga asing tentang Singapura, Perdana Menteri Lee Hsien Loong menegaskan keseriusan pemerintah dalam menyelenggarakan perhelatan penting ini. Dia menyebut biaya yang dikeluarkan untuk pertemuan Trump dan Kim mencapai 20 juta dolar Singapura atau sekitar Rp206 miliar.

Menurut Lee, ini merupakan bagian dari kontribusi Singapura untuk berperan bagi perdamaian internasional. Lebih dari setengahnya dianggarkan untuk pengamanan. Namun angka itu masih jauh di bawah biaya perhelatan Formula One (F1) yang rutin digelar Singapura. Untuk sekali event ajang balap mobil itu, Singapura merogoh 150 juta dolar. Setidaknya angka itu yang dikeluarkan pada musim balap 2017.

Sayangnya, keseriusan Singapura sedikit ternodai dengan kesalahan yang dilakukan staf Kementerian Luar Negeri AS. Dalam teks briefing Menlu Mike Pompeo yang dirilis di situs resmi disebutkan lokasi pertemuan yakni JW Marriott, Singapore, Malaysia.

Kesalahan itu langsung diperbaiki oleh kemlu, namun terlanjur di-screen shoot dan beredar luas di jagat maya. Sontak saja gambar-gambar yang beredar di dunia maya itu mendapat respons nakal dari warganet.

"Kemlu AS masih berpikir Singapura berada di Malaysia," begitu komentar seorang pengguna Twitter.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR