Sepakat MUI, Menag: Khotbah Salat Id Jangan untuk Saling Merendahkan

Felldy Utama · Jumat, 15 Juni 2018 - 01:02 WIB
Sepakat MUI, Menag: Khotbah Salat Id Jangan untuk Saling Merendahkan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sepakat dengan pesan Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin yang meminta khatib salat Idul Fitri menyampaikan ceramah menyejukkan. Khotbah jangan bermuatan politik praktis.

"Saya pikir itu imbauan secara khusus. Walaupun berlaku pada para khatib pada salat Id nanti, tetapi juga sebenarnya (itu) imbauan yang ditujukan pada kita semua bahwa esensi agama itu menebarkan kedamaian," kata Lukman seusai menggelar konferensi pers penetapan 1 Syawal 1439 Hijriah di kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Lukman menuturkan, esensi agama yakni menebarkan kasih sayang, rahmat dan kemaslahatan bagi umat manusia tanpa memandang latar belakang, warna kulit, ras, bahkan agama sekalipun.

Lebih dari itu, dia juga menyarankan agar para khatib salat Id pada hari ini, Jumat (15/6/2018), harus betul-betul bisa menyampaikan perdamaian dengan cara tidak merendahkan satu sama lainnya.

BACA JUGA: MUI Imbau Khatib Salat Idul Fitri Jauhi Tema Politik Praktis

"Oleh karenanya, khotbah itu harus betul-betul memanusiakan manusia. Bukan justru kemudian antarsesama kita saling menegasikan, saling merendahkan antara satu dengan lainnya. Atau, mungkin saling meniadakan sesama kita yang hakekatnya kita adalah saudara. Saya kira itu pesan esensial yang disampaikan Prof Amin," ujarnya

Sebelumnya, Maruf Amin berharap Idul Fitri 1439 Hijriah menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar umat dan bangsa. Maruf juga mengingatkan kepada para khatib salat Ied untuk tidak menyampaikan khotbah yang provokatif.

"Saya berharap kepada para khatib di Idul fitri ini di seluruh Indonesia, supaya khotbah itu membawa kesejukkan, kedamaian, mengajak memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah," kata dia.

Pengurus Pusat Muihammadiyah juga mengeluarkan imbauan senada. Muhammadiyah meminta para khatib salat Id tidak menyampaikan ceramah yang mengandung unsur kampanye, politik praktis, dan memecah belah persatuan umat. 


Editor : Zen Teguh