Ini Penyelam Internasional yang Selamatkan 12 Remaja di Gua Thailand

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 15:45 WIB
Ini Penyelam Internasional yang Selamatkan 12 Remaja di Gua Thailand

Erik Brown (kiri), Mikko Paasi (tengah) dan Claus Rasmussen (kanan) merayakan keberhasilan setelah sukses menyelamatkan 13 korban yang terjebak dalam gua. (Foto: doc. Facebook)

CHIANG RAI, iNews.id - Para penyelam yang turut membantu upaya penyelamatan 12 pemain sepak bola junior dan asisten pelatih mereka dari Gua Tham Luang, Thailand, berasal dari berbagai negara.

Karena para penyelam berasal dari banyak negara, misi penyelamatan ini bisa dibilang berskala global. Personel Angkatan Laut Thailand pun turut andil dalam misi tersebut.

Identitas penyelam belum banyak tersebar mengingat hanya sedikit di antara mereka yang mau berbicara.

Berikut beberapa penyelam yang berperan penting sebagai tim penyelamat:

1. John Volanthen dan Richard Stanton

Suara John Volanthen merupakan yang pertama kali didengar oleh 12 remaja dan asisten pelatih mereka setelah sembilan hari terjebak di dalam gua.

Volanthen dan dua rekannya yang sesama warga Inggris, Richard Stanton dan Robert Harper, diminta pemerintah Thailand membantu pencarian dan penyelamatan. Ketiganya tiba di Thailand tiga hari setelah para korban dinyatakan hilang.

Rick Stanton and John Volanthen merupakan dua orang pertama yang menemukan para korban. (Foto: doc. Facebook)

Volanthen berprofesi sebagai konsultan teknologi informasi, sedangkan Stanton mantan petugas pemadam kebakaran. Keduanya merupakan anggota Tim Penyelamatan Gua di Wales.

Mereka berpartisipasi dalam sejumlah operasi penyelamatan gua, termasuk di Norwegia, Prancis, dan Meksiko.

2. Richard Harris

Harris berasal dari Adelaide, Australia. Dia memiliki pengalaman menyelam selama puluhan tahun, meskipun profesinya sebagai dokter. Dialah yang memeriksa kondisi kesehatan 12 remaja dan pelatihnya di gua, kemudian memberi lampu hijau dalam menentukan siapa korban yang harus dikeluarkan terlebih dulu.

Jika ke 13 korban terlalu lemah, upaya penyelamatan dengan cara menyelam sangat berbahaya.

Richard Harris merupakan dokter yang memeriksa kondisi kesehatan 12 remaja dan asisten pelatih mereka. (Foto: doc. Twitter)

Sebagaimana dilaporkan sejumlah media, Harris turut andil dalam penjelajahan di gua Australia, China, Pulau Christmas, dan Selandia Baru. Dokter ahli bedah anestesi itu sudah berpengalaman dalam ekspedisi dan operasi penyelamatan.

Pada 2011, dia memulangkan jenazah rekannya, seorang penyelam gua berpengalaman Agnes Milowka, yang kehabisan udara dalam ekspedisi di Australia Selatan.

Ditengarai bahwa partisipasinya dalam upaya penyelamatan di Thailand diminta secara khusus oleh para penyelam Inggris.

3. Penyelam Angkatan Laut Thailand

Berbagai kesatuan elite militer Thailand ambil bagian dalam penyelamatan. Salah satu personelnya adalah dokter bernama Pak Loharnshoon. Tiga personel lainnya secara sukarela mendampingi para remaja setelah mereka ditemukan sepekan lalu.

Penyelam angkatan laut Thailand. (Foto: doc. Navy Seal)

Dalam tayangan video yang dibagikan Angkatan Laut (AL) Thailand, terlihat Pak memberikan obat-obatan pada korban luka ringan. Tiga personel AL tampak menjadi orang terakhir yang meninggalkan gua pada Selasa (10/7) malam.

4. Saman Gunan

Pria berusia 38 tahun ini merupakan mantan personel AL Thailand. Dia secara sukarela berpartisipasi dalam penyelamatan. Saat akan keluar dari Gua Tham Luang setelah memasok tabung oksigen, dia kehilangan kesadaran.

Rekan penyelam mencoba menyadarkannya, namun gagal. Jenazahnya kemudian dibawa keluar dari gua.

Saman Gunan tewas setalah memasok tabung oksigen ke dalam gua. (Foto: doc. Facebook)

"Suami saya disanjung layaknya pahlawan karena sosoknya memang seperti pahlawan. Dia amat suka membantu sesama, melakukan kerja amal, dan menyelesaikan tugasnya," kata istri Gunan, Waleeporn, kepada BBC.

Saat kabar kematian Saman diumumkan, rekannya, Arpakorn Yookongkaew, berkata mereka akan menyelesaikan misi penyelamatan tersebut.

"Kami tidak akan menghentikan misi kami. Kami tidak akan membiarkan pengorbanan teman kami menjadi sia-sia," kata Yookongkaew.

5. Ben Reymenants

Pria asal Belgia ini mengelola sebuah toko peralatan selam di Phuket, Thailand. Dia masuk dalam kelompok penyelam pertama yang menjangkau 12 remaja dan pelatih pada Senin (2/7). Dia juga yang mengajarkan para korban menyelam untuk keluar dari gua.

Ben Reymenants (kiri) berfoto bersama Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn (tengah), dan sesama penyelam, Maksym Polejaka. (Foto: doc. Facebook)

6. Claus Rasmussen

Berasal dari Denmark, Rasmussen sudah menetap bertahun-tahun di Thailand dan bekerja di beberapa sekolah menyelam. Saat ini dia merupakan instruktur yang bekerja di perusahaan Ben Reymenants, Blue Label Diving.

Dia sudah menyelami di seantero Asia dan bekerja di beberapa negara di Asia Tenggara.

7. Mikko Paasi

Pria asal Finlandia ini merupakan pendiri pusat kursus menyelam di Pulau Koh Tao, Thailand. Spesialisasinya adalah teknik menyelam, termasuk menyelam di gua dan di antara reruntuhan.

Mikko Paasi menjadi salah satu penyelam profesional yang membantu menyelamatkan korban. (Foto: doc. Facebook)

Pada 2 Juli, saat para korban ditemukan, istri Mikko menulis di Facebook bahwa dia membelikan tiket suaminya ke Chiang Rai agar bisa bergabung dengan tim penyelamat lain.

Hari itu merupakan hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-8.

8. Ivan Karadzic

Karadzic merupakan teman Mikko. Dia hijrah dari Denmark ke Koh Tao, Thailand, beberapa tahun setelah Mikko Paasi mendirikan pusat kursus menyelam. Kini, mereka mengelola tempat itu bersama.

Dia menceritakan kepada BBC mengenai rasa takutnya saat melihat remaja pertama keluar dari gua. Saat itu seorang penyelam mendekatinya dari kejauhan dan tidak tahu apakah bocah itu tewas atau selamat.

Ivan Karadzic (kedua dari kiri) dan Erik Brown (ketiga dari kanan), turut andil dalam upaya penyelamatan 12 remaja dan pelatih mereka. (Foto: doc. Facebook)

 

Perasaannya seketika lega saat menyadari remaja itu selamat. Karadzic juga sangat berduka saat Saman Gunan tewas. Di akun Facebook Saman Gunan, dia menulis, "Beristirahatlah dengan tenang. Anda adalah seorang pahlawan dan kami tidak melupakan pengorbanan Anda."

9. Erik Brown

Brown berasal dari Vancouver, Kanada, berprofesi sebagai instruktur menyelam. Dia mulai menyelam 10 tahun lalu dan turut mendirikan Team Blue Immersion, kursus teknik menyelam di Mesir.

Erik Brown (kiri), Mikko Paasi (tengah) dan Claus Rasmussen (kanan) merayakan keberhasilan operasi penyelamatan. (Foto: doc. Facebook)

Pada Selasa (10/7) malam, Brown menulis dalam akun Facebook-nya dia sudah melakukan tujuh misi menyelam dalam sembilan hari. Artinya, dia menghabiskan 63 jam di dalam Gua Tham Luang.


Editor : Nathania Riris Michico