Jika Ahok Bebas, Sandiaga: Saya Mau Ngomong Banyak sama Beliau

Wildan Catra Mulia · Rabu, 11 Juli 2018 - 22:26 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dikabarkan bakal kembali menghirup udara bebas pada Agustus ini. Menanggapi rumor tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku tak ingin mengomentari proses hukum yang dijalani mantan politikus Partai Gerindra itu.

No comment kalau proses hukum (Ahok),” ujar Sandiaga kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Namun, jika Ahok nanti benar-benar bebas, Sandiaga mengaku ingin langsung menemui mantan orang nomor satu di DKI itu.  Dia akan berbincang banyak dengan Ahok terkait masalah di Ibu Kota. Sandiaga bahkan tanpa segan-segan mengatakan bakal banyak belajar dari Ahok mengenai berbagai kebijakan pengelolaan Kota Jakarta pada zaman kepemimpinan mantan bupati Belitung Timur itu.

“Tapi kalau beliau sudah bisa dihubungi, saya mau bicara banyak. Saya mau ngomong banyak sama beliau mau minta advice (nasihat), kebijakan-kebijakan sebelumnya, filosofi pemikirannya,” kata Sandiaga.

BACA JUGA: Ahok Dikabarkan Bebas Agustus, Lulung: Hitungan Saya Harusnya November

Mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu pun mengungkapkan bahwa sebenarnya dia punya niat untuk menjenguk langsung Ahok ke Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Salemba di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Namun sayang, keinginannya menyambangi tempat Ahok menjalani masa hukuman tersebut tidak diperkenankan oleh pihak keluarga mantan gubernur DKI itu.

“Iya rencananya mau kunjungi, tapi gak boleh sama keluarga. Sudah sempat disampikan, terus saya bilang kalau nanti beliau berkenan, tolong sampaikan ke saya,” ucap Sandiaga.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjen Pas Kemenkum HAM) tak menampik jika Ahok bisa dibebaskan bersyarat pada Agustus 2018. Akan tetapi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Cipinang—selaku pihak yang menyediakan tempat eksekusi bagi Ahok—mengaku belum mengusulkan pembebasan bersyarat untuk bekas suami Veronica Tan itu.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok dua tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus penodaan agama pada 9 Mei 2017. Mantan gubernur DKI itu langsung ditahan di Lapas Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, pada hari yang sama. Di hari berikutnya, 10 Mei 2017, dia dipindahkan ke Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jabar.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

KOMENTAR