Sempat Tolak 6 Ruas Tol Dalam Kota, Anies: Itu Proyek Pemerintah Pusat

Wildan Catra Mulia · Jumat, 13 Juli 2018 - 15:47 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno mengakui pernah menyuarakan menolak proyek pembangunan enam jalan tol dalam kota pada masa kampanye 2017. Anies-Sandi berjanji akan menghentikan proyek itu setelah memimpin Ibu Kota. Mereka menilai enam ruas jalan tol dalam kota kurang efektif mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Namun belakangan, janji tersebut tak dapat ditepati lantaran proyek enam ruas jalan tol dalam kota diambil alih pemerintah pusat. Saat ini, pembangunan infrastruktur itu tengah digenjot Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini memang kami dalam kampanye kemarin, kami tegaskan kita tidak akan meneruskan proyek enam ruas dalam tol. Kampanye kita selesai 15 April, kita menang. Lalu proyek itu diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Perpres Perubahan Nomor 58 Tahun 2017 tertanggal 15 Juni 2017,” kata Gubernur Anies di Tanah Abang, Jumat (13/7/2018).

Anies menuturkan, segala urusan terkait proyek tersebut sudah menjadi ranah pemerintah pusat yakni, Kemen PUPR.

“Jadi jangan sampai dikira kita yang meneruskan. Ini keputusan yang diambil pemerintah pusat. Kalau mau bicara tentang enam ruas jalan tol wewenangnya pemerintah pusat,” ucap Anies.

Proyek pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota digaungkan sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2013. Peletakan batu pertama baru dilaksanakan  2017.

“Sempat tolak tapi sudah dibangun. Jadi kita rampungkan. Kita hentikan polemiknya dan kita pastikan tidak menambah kemacetan justru menampung Transjakarta,” tutur Wagub Sandi.

Menurut dia, pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota sudah mulai tahap 1 di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sandi sempat meninjau langsung proyek ruas tol dalam kota di Kelapa Gading.

Pembangunan tol dalam kota dilaksanakan dalam tiga sesi A, B, dan C. Untuk Sesi A rute Kelapa Gading-Pulo Gebang panjang 9,3 kilometer. Sesi B rute Grogol-Semanan panjang 8,3 kilometer. Sesi C rute Grogol-Kelapa Gading panjang 12,3 kilometer.

Sesi A sudah mulai dikerjakan. Sementara sesi B mulai konstruksi antara September atau Oktober 2018. Lalu sesi C mulai tender awal 2019 dan dilanjutkan konstruksi antara Maret atau April 2019.

“Seksi A on track on schedule diselesaikan pertengahan tahun depan sudah bisa commercial operation. Ketiga seksi pengerjaan fase I bisa rampung dan dioperasikan pada 2021. Adanya jalan tol ruas Semanan-Pulo Gebang ini akan menjadi urat nadi Barat ke Timur,” ujar Sandi.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto

KOMENTAR