Ditanya Cawapres, PDIP: Bagi Megawati, Cak Imin Seperti Anak Sendiri

Aditya Pratama · Jumat, 13 Juli 2018 - 17:15 WIB

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri diketahui sempat bertemu Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.  Pertemuan kedua tokoh politik itu berlangsung di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, tiga hari yang lalu.

Dalam pertemuan tersebut Megawati didampingi oleh anaknya, Puan Maharani, dan juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. Kepada wartawan, Hasto mengungkapkan, pertemuan antarpimpinan dua partai politik (parpol) itu membahas tentang Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Apapun kerja sama antara PDI Perjuangan dan PKB, sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, Ibu Mega  (Megawati) pun ikut mendirikan PKB saat itu bersama-sama dengan almarhum Gus Dur (presiden keempat RI Abdurrahman Wahid),” kata Hasto di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Saat ditanya apakah PKB sudah secara resmi bergabung di koalisi yang akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019, Hasto tidak memberikan jawaban yang tegas. “Yaa, Cak Imin kan sama Bu Mega sudah seperti anak sendiri,” ujarnya.

Mantan anggota DPR itu pun tidak ingin berandai-andai jika nanti nama Cak Imin tidak dipilih Jokowi menjadi cawapres, PKB akan menarik dukungannya dari koalisi. “Politik itu berbicara tentang kerja sama. Bukan bicara tentang tarik menarik,” kata Hasto.

BACA JUGA: Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi, Cak Imin: Belum Ada Skenario Lain

Jokowi menyatakan sudah mengantongi lima nama yang diusulkan menjadi cawapresnya di Pilpres 2019. Namun, mantan wali kota Solo itu tidak mengungkap secara perinci siapa saja kelima orang tersebut. Cak Imin pun enggan berspekulasi apa yang bakal dilakukan PKB jika ternyata namanya tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang dinominasikan Jokowi tersebut.

Cak Imin juga membantah rumor yang menyebut PKB dan Partai Golkar bakal hengkang dari gerbong koalisi pendukung Jokowi, jika pimpinan parpol ini tidak dipilih menjadi cawapres pada Pilpres 2019. “Belum ada (rencana hengkang itu). Kami sama Golkar sepakat membangun fondasi-fondasi koalisi yang produktif bersama Jokowi,” kata Muhaimin di Kompleks Parlemen Senayan, kemarin.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

KOMENTAR