Khotbah Jumat di Istiqlal, Mahfud Bicara Keadilan dan Kedamaian

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 17:22 WIB
Khotbah Jumat di Istiqlal, Mahfud Bicara Keadilan dan Kedamaian

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (Foto: Okezone/Dok).

JAKARTA, iNews.id - Kunci utama keberlangsungan negara dan pemerintahan adalah penegakan hukum dan keadilan. Jika ini lemah, eksistensi sebuah negara dapat terancam.

Pesan itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah (MK) Mohammad Mahfud MD saat mengawali khotbah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/07/08).

Di awal khotbahnya, Mahfud mengingatkan tentang ketakwaan. Menurut pakar hukum tata negara ini, ketakwaan jadi modal penting bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan, baik sebagai individu maupun dalam bersosial dan bernegara. Ciri utama orang bertakwa yakni penuh kedamaian.

"Jangan hanya KTP-nya saja yang Islam, tapi tidak damai, marah, emosi-an, dengki. Jadi Islam selain sebagai indentitas, adalah Islam yang damai untuk semua alam,” kata dia.

Takwa, kata Mahfud, menimbulkan kedamaian. Kalau ada yang tidak damai di rumah, kantor atau di manapun berarti tidak takwa.

Takwa di luar definisi di atas yakni setiap usaha untuk menjaga diri agar apa yang dilakukan dijaga juga oleh Sang Pencipta, baik hubungannya dengan Tuhan ataupun kepada manusia.

Karena itu, bagi orang yang bertakwa, hubungan dengan Tuhan dan manusia harus sama-sama baik dan harus berlaku adil. Menurut Mahfud, kesadaran inilah yang harus ditanam terus menerus di tengah ketidakadilan yang bersumber dari perbedaan-perbedaan.

"Jadi jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum menjadi kamu tidak berlaku adil. Karena beda kelompok, agama, apalagi urusan politik, kemudian tidak adil. Itu tidak bertakwa," imbau Menteri Menteri Pertahanan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Keadilan ini juga berhubungan dengan penegakan hukum. Mahfud menuturkan, penegakan hukum yang tanpa pandang bulu penting bagi keberlangsungan sebuah negara.

"Ada yang berperkara sesama Islam, sesama agama yang lain, tolong dibantu. Ini kan gak benar. Kalau salah ya dihukum saja. Keadilan itu tidak mengenal agama, tapi dia memang bersumber dari agama," ujar anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Subjek keadilan adalah manusia. Bukan hanya untuk orang Islam atau kelompok tertentu saja. Dalam tataran praktis penegakan hukum, jual beli kasus, masih berlangsung sampai saat ini.

Mahfud mengingatkan, jika negara dan pemerintahan mau selamat, penegakan keadilan harus diutamakan. Sebab akan ada empat "dis" jika keadilan tidak ditegakkan.

Pertama, disorientasi dari tujuan utama membangun negara dan pemerintahan. Jika berlangsung terlalu lama akan menimbulkan distrust alias ketidakpercayaan. Jika berlarut-larut maka akan menimbulkan disobedient atau pembangkangan.

"Kalau masih terus juga, maka akan muncul disintegrasi atau perpecahan. Hancurnya negara itu, kalau ada orang terhormat minta hukuman ringan," kata dia.


Editor : Zen Teguh